RADARSOLO.COM - Samuel Devin Susanto tampil wangi, hari ini (18/5). Aksi ciamiknya ikut membawa Kesatria Bengawan Solo (KBS) mengatasi perlawanan Satria Muda Pertamina (SMP) 94-83 dalam lanjutan Indonesian Basketball League di Sritex Arena.
Roster asli Kota Solo tersebut berkontribusi menyumbangkan 17 poin, empat rebound, empat assist, plus dua steal.
Catatan tersebut membuat Devin menjadi player lokal dengan pencetak poin terbanyak di pertandingan kali ini.
Sementara mesin poin paling banyak masih dipegang Kentrell Barkley.
Catatan pemain asal Amerika Serikat tersebut di antaranya 23 poin, sembilan assist, delapan rebound, dua block, dan satu steal.
CJ Gettys dari bench menambah 18 poin, tujuh rebounds, dan empat assists.
"Game luar biasa ketat. Dari awal, selisih skor tak terlalu jauh. Hari ini kami bagus, baik offense ataupun defense. Kami jalankan game plan dari pelatih dengan sangat baik," beber Samuel Devin usai laga.
"Kekuatan tim ini di defense. Kami juga punya karakter yang tak mau kalah. Ke depan, kami step by step, ambil game per game," imbuh dia.
Sejatinya, Satria Muda Pertamina memberikan perlawanan yang sama kuatnya sejak tip off.
Dengan menguatkan offense beserta defense, Kesatria Bengawan Solo dan Satria Muda sama-sama mengemas 27 poin.
Alhasil, kuarter awal ditutup dengan skor imbang 27-27.
Memasuki periode kedua, skuad besutan Efri Meldi langsung tancap gas.
Diawali dengan 3 point jump shoot made dari Nuke Tri Saputra. Disususl double dua poin dari Kentrell Barkley.
Tapi setelah itu, roster lawan M Henry balaskan tiga poin. Skor menjadi 34-30.
Setelah itu, jual beli serangan kembali tersaji.
Tapi Kesatria Bengawan Solo tetap unggul dengan tambahan 19 poin. Sedangkan Satria Muda Pertamina hanya mengemas 14 poin.
Kuarter kedua ditutup dengan skor 53-44.
Usai half time, tamu coba mengejar skor dengan menambah 26 poin.
Sedangkan Kesatria Bengawan Solo hanya menambah 22 poin.
Kendati demikian, KBS tetap unggul dengan skor 75-70.
Keunggulan tersebut berlanjut hingga kuarter pamungkas. Mereka memenangkan laga dengan skor 94-83.
Ini merupakan kemenangan kedua Kesatria Bengawan Solo atas Satria Muda Pertamina.
Sebelumnya, KBS menang dengan selisih tiga poin saja di GOR Pertamina Arena Simprug, 22 April lalu.
Dua kemenangan KBS ini sekaligus menjadi sejarah dimana tim sekaliber SMP disapu bersih (2-0) oleh tim debutan di kompetisi.
Selain itu, KBS juga memperpanjang record kemenangannya.
Sebanyak 13 kali winning streak, KBS belum pernah kalah sejak game pertama melawan Prawira Harum Bandung, 14 Januari lalu.
Mengenai kemenangan ini, Head Coach Kesatria Bengawan Solo Efri Meldi mengaku, dari awal tak memberikan kesempatan lawan untuk leading.
Level permainan anak buah asuhannya juga tampak meningkat kali ini.
"Saya melihat level permainan yang berbeda dari game sebelumnya yang dimainkan anak-anak," ujar Meldi.
Termasuk, kata dia, saat mengalahkan Satria Muda kali pertama.
Menurutnya, ini merupakan level yang ditunggu-tunggu dari Kestaria Bengawan Solo.
"Saya tekankan kepada anak-anak dari awal bentuk tim ini pengin semua pemain punya winning karakternya. Itu sampai 13 kali, saya rasa winning karakternya menjadi DNA mereka," ujar Meldi.
Meldi merasa terberkati oleh seluruh pemainnya. Sangat mematuhi work ethic. Bekerja keras di latihan, begitu pula di lapangan.
Menurutnya, kemenangan mengikuti hasil kerja keras yang dilakukan.
Karena itu, Meldi mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.
Termasuk ketika mampu melebihi defense keras yang disuguhkan oleh SM.
"Walau kami kalah rebound, kekuatan kami hari ini fast back. Kami bisa 20 point dari fastback. Ini ciri khas kami, kecepatan kami bermain. Anak-anak juga stick pada game plan," sambungnya.
Dalam game ini, Meldi menyadari lawannya memang fokus ke roster asing Kesatria Bengawan Solo. Termasuk Kentrell Barkley.
Tapi yang perlu diacungi jempol, player lokal mereka sangat berkontribusi dalam game ini.
Selain Devin, Kevin Moses juga menyumbang 12 poin dari empat three points.
"Saya juga motivasi lokal step up. Hari ini Devin luar biasa. Saya rasa ini di luar perhitungannya mereka," papar Meldi.
"Tapi saya bilang ke Devin harus lebih berani. Saya pelatih hanya menyiapkan game plan di kertas. Tapi basket itu permainan adjustment, pemain yang mengambil keputusan," tandas dia. (nis/ria)
Editor : Syahaamah Fikria