Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Para Atlet Puji Fasilitas Paralimpiade di Paris, Atlet Asal Sragen Sakit Jelang Tanding

Mannisa Elfira • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 17:26 WIB
Atlet tenis meja Indonesia saat berlatih di Paris jelang bergulirnya Paralimpiade 2024.
Atlet tenis meja Indonesia saat berlatih di Paris jelang bergulirnya Paralimpiade 2024.

RADARSOLO.COM - Fasilitas-fasilitas yang disediakan tuan rumah Paralimpiade Paris 2024 dipuji oleh kontingen Indonesia. Fasilitas yang ada tak seperti kabar yang sempat didengar sebelumnya.

Ambil contoh, keluhan tentang ketiadaan pendingin ruangan di kampung atlet selama Olimpiade 2024 lalu. Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Reda Manthovani menilai hal tersebut tak berlaku pada Paralimpiade 2024.

“Kami tidak perlu pendingin ruangan sekarang, karena memang sudah dingin. Mungkin yang perlu nanti malah penghangat ruangan supaya tidak kedinginan. Tetapi Insya Allah sampai September awal ini dinginnya tidak ekstrim, cuma bagi orang Indonesia memang cukup mengganggu," jelas Reda Manthovani.

Reda juga memantau kampung atlet yang berlokasi di Saint-Denis, Paris, Perancis. Dia melihat kampung atlet yang ditempati 35 wakil Indonesia dari 10 cabang olahraga ini cukup memuaskan. Ada deretan fasilitas pendukung yang sudah dipantaunya untuk mendukung atlet Paralimpiade 2024.

"Pagi ini saya sudah mengecek perkampungan atlet, dimana atlet kita ditampung di sana. Kita juga bisa melihat tempat untuk kesehatan dan tempat untuk para wartawan. Semua dalam kondisi yang siap," kata Reda.

Di sisi lain, Reda memastikan 34 atlet yang akan bersaing pada Paralimpiade 2024 dalam kondisi baik. Hanya atlet para menembak asal Sragen Bolo Triyanto, yang sempat batuk-batuk karena perubahan cuaca menjadi 12 derajat pada Kamis siang.

Saat kita datang masih panas (sampai 27 derajat), tetapi kemudian turun jadi dingin. Mudah-mudahan sebentar lagi minum obat sudah sembuh," sambungnya.

Reda sudah sudah mengimbau kepada atlet, yang tidak terbiasa dengan hawa dingin ini, ketika keluar ruangan harus pakai jaket. Tujuannya untuk menahan angin yang sangat dingin.

Di sisi lain, Reda Manthovani juga meninjau sesi latihan perdana tim para tenis meja Indonesia di South Paris Arena. Leli Marlina yang mengikuti nomor tunggal putri TT5 mencoba meja yang digunakan untuk bertanding.

Pelatih Para Tenis Meja Indonesia Andre Gunaya, mengatakan adaptasi pantulan meja menjadi faktor penting. Dia mengatakan skuadnya harus benar-benar memaksimalkan sesi latihan ini untuk merasakan apa yang beda, seperti ketika kita latihan di Indonesia.

"Ada perbedaan dari sisi meja, karena karakter meja di Indonesia pantulan bolanya tidak sekencang yang di sini. Makanya kita banyak uji coba terus agar dapat feelingnya," bebernya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#paris #paralimpiade #bolo