RADARSOLO.COM - Derby Sragen tersaji dalam laga final Radar Solo Fun Futsal 2024 yang mempertemukan MIN 9 Sragen dengan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Sragen. Kickoff laga final ini dibuka langsung Wali Kota Solo Teguh Prakosa di Singopuran Futsal Center, Sabtu (24/8).
Laga puncak turnamen futsal antar-SD ini berjalan sengit. Kedua tim tampil ngotot, bahkan hingga waktu normal berakuir skor imbang 2-2. Laga akhirnya harus ditentukan dengan drama adu tendangan penalti. Di babak ini, MIN 9 Sragen menang adu penalti 4-3 atas SD Muhammadiyah Birrul Walidain Sragen.
Ini jadi pembuktian MIN 9 Sragen, yang sukses jadi back to back champions. Musim lalu tim ini juga jadi juaranya. Dan untuk SD Muhammadiyah Birrul Walidain Sragen pencapaian mereka juga terbilang memukau. Terlebih mereka datang sebagai tim debutan.
Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan ini. Dia mengatakan, olahraga merupakan faktor utama untuk menempa mental juara dengan mengedepankan sportivitas.
"Sportivitas nomor satu, menang kalah jangan menjadi harapan. Tetapi bagaimana menciptakan juara dengan sportivitas tinggi. Tetap bersahabat karena juara itu bagian dari perjuangan anak-anak," kata Teguh.
Olahraga, lanjutnya, adalah bagian dari kegembiraan dan masa depan anak-anak. Sebab itu, pemerintah kota Solo mengapresiasi Radar Solo yang menggelar Radar Solo Fun Futsal pada tahun kedua ini.
"Mohon maaf, Solo belum punya venue yang representatif. Ini Radar Solo meminjam milik Kartasura, Sukoharjo, tapi tidak ada masalah," imbuhnya.
Pada turnamen ini beberapa pihak sponsor juga turut hadir. Seperti Oki Nirasari perwakilan Bank Mandiri Solo Sriwedari, Ari Prasetyo dan beberapa tenaga kesehatan RS Indriati Solo Baru sebagai tim medis Radar Solo Fun Futsal 2024. Event ini juga disupport oleh DWPRO, Alfamart, Mandom, Lorin Hotel, The Alana Hotel and Convention Solo, Indosat, Solo Peduli, Rown Division, hingga wasit dari Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Sukoharjo.
Turnamen ini diikuti 16 peserta dari berbagai sekolah dasar yang tersebar di wilayah Solo Raya. Antara lain SD Pangudi Luhur Santo Valentinus Solo, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono, SD Muhammadiyah Baitul Fallah Mojogedang, SD Ta’mirul Islam, SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, MI Muhammadiyah (MIM) Al-Akbar Pandeyan, MIM PK Kartasura, SD Muhammadiyah 1 Solo, MIN 9 Sragen, SDIT Taruna Teladan Klaten, SD Muhammadiyah PK Kottabarat, MI Ta’mirul Islam, SDIU Al Khoir Boyolali, SDIT Al-Kautsar Kartasura, MIS Munggur Mojogedang, dan SDN Manang 1 Sukoharjo.
Turnamen ini menggunakan sistem gugur. Mulai dari babak penyisihan, delapan besar, semifinal, hingga final. Di mana menggunakan format pertandingan 2x10 menit. Hasilnya, juara 1 diraih MIN 9 Sragen dan SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen sebagai runner-up. Disusul SDIT Al Kautsar Kartasura dan SD Pangudi Luhur Santo Valentinus sebagai juara 3 dan juara 4.
Turnamen ini juga memberikan apresiasi kepada Rossizco pemain asal MIN 9 Sragen sebagai top scorer. Kemudian, pemain terbaik (best player) disematkan kepada Rahman, sedangkan penjaga gawang terbaik diraih Anin. Keduanya adalah pemain asal SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen.
"Luar biasa ini Radar Solo Fun Futsal yang kedua dari tahun kemarin dan tahun ini meskipun juaranya sama tapi bobot dan kualitas pertandingannya luar biasa terlihat dari animo peserta banyak tim yang terpaksa tereliminasi karena kuotanya terbatas dan alhamdulillah terbukti pemain-pemain yang tampil pada siang hari ini layak masuk final semua selamat untuk tim juara 1-2 dari Sragen dan juara ketiga dari Kartasura," beber wasit perwakilan AFK Sukoharjo, Mulyadi.
"Saya amati mereka karena basic-nya dari anak sekolah sepak bola (SSB) ada dasar permainan di sepak bola dan futsal hampir sama, pemain bolanya hampir sama. Jadi saya yakin melihat potensi semacam ini perfutsalan dan persepakbolaan Solo Raya semakin maju dan semakin berprestasi," papar Mulyadi.
Dengan adanya turnamen futsal ini, pihaknya yakin akan muncul bibit-bibit atlet futsal potensial dan profesional untuk masa depan.
"Terbukti distribusi juara dari jenjang SD, SMP, dan SMA tiap tahunnya hampir selalu silih berganti ini membuktikan bahwa perkembangan futsal di Solo Raya sangat luar biasa," imbuhnya.
Mulyadi menambahkan bukti lainnya, yaitu juara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah secara statistik didominasi pelajar dari Solo Raya.
"Baru kemarin juara Porprovnya dari Semarang itu pun finalnya lagi-lagi melawan tim dari Solo Raya yaitu Sukoharjo. Dan terbukti banyak pemain liga-liga profesional yang berasal dari Sukoharjo dan Solo Raya lainnya," tandasnya. (zia/nik)
Editor : Niko auglandy