Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Catatan Medali Indonesia di Paralimpiade dari Masa ke Masa: Total Enam Emas Sudah Dikoleksi, Sempat Muncul di Masa Berat Juga

Niko auglandy • Kamis, 29 Agustus 2024 | 04:10 WIB

Dari kiri Leani Ratri Oktila, chef de mission kontingen Indonesia Andi Herman, Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, dan Khalimatus Sadiyah pamerkan medali emas ganda putri Paralimpiade Tokyo 2020, Sabtu (4/9/2021). (NPC INDONESIA FOR RADAR SOLO)
Dari kiri Leani Ratri Oktila, chef de mission kontingen Indonesia Andi Herman, Ketua NPC Indonesia Senny Marbun, dan Khalimatus Sadiyah pamerkan medali emas ganda putri Paralimpiade Tokyo 2020, Sabtu (4/9/2021). (NPC INDONESIA FOR RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Indonesia siap menerjunkan atletnya di ajang Paralimpiade Paris 2024 yang akan digelar 28 Agustus hingga 8 September 2024. Indonesia jelas membidik medali emas, perak, maupun perunggu di ajang multievent untuk atlet berkebutuhan khusus ini.

Menariknya, jika kita melihat perjalanan Indonesia di Paralimpiade, ternyata performanya naik turun.

Pada Paralimpiade 1960-1972, Indonesia tidak berpartisipasi.

Paralimpiade pertama yang diikuti Indonesia terjadi di Toronto 1976. Indonesia menerjunkan 12 atlet. Menariknya, Indonesia sukses meraih dua emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Empat tahun kemudian di Paralimpiade Arnhem 1980, Indonesia menerjunkan 15 atlet. Hasil akhirnya, Indonesia meraih enam medali, yakni dua emas dan empat perunggu.

Sayangnya, setelah itu Indonesia lama tidak bisa kembali mendulang emas.
Di Paralimpiade Stoke Mandeville dan New York 1984, Indonesia hanya mendulang satu perak dan satu perunggu. Pada tahun tersebut, Indonesia mengirimkan delapan atlet.

Sementara di Paralimpiade Seoul 1988, Indonesia mengirimkan 19 atlet. Indonesia hanya bisa membawa pulang dua perak.

Pada Paralimpiade Barcelona 1992, Indonesia ternyata tidak berpartisipasi.
Sayangnya, perkembangan olahraga disabilitas di Indonesia ternyata menurun di era 1990-an hingga awal 2000-an.

Pada Paralimpiade Atlanta 1996, Sydney 2000, Athena 2004, dan Beijing 2008, Indonesia ternyata gagal mendulang satu medali pun.

Indonesia baru bisa kembali mendulang medali di Paralimpiade London 2012, yakni disumbangkan oleh David Jacobs dari cabor tenis meja.

Sementara itu, di Paralimpiade Rio de Janeiro 2016, Indonesia mengirimkan sembilan atlet. Indonesia pulang dengan satu perunggu, yang disumbangkan oleh Ni Nengah Widiasih dari cabor angkat berat.

Sebuah momen manis akhirnya tercipta di Paralimpiade Tokyo 2020, di mana Indonesia mengirimkan kekuatan besar. Yakni ada 23 atlet yang terjun di kejuaraan ini.

Hebatnya, Indonesia pulang dengan banyak medali, total ada sembilan, yakni dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Dua emas disumbangkan oleh cabor bulu tangkis.

Leani Ratri Oktila meraih dua emas di kelas ganda, yakni ganda putri berduet dengan Khalimatus Sadiyah, ditambah di ganda campuran bersama Hary Susanto. Leani Ratri juga meraih satu perak dari kelas tunggal.

Jadi, sejak Paralimpiade 1976 hingga 2020, Indonesia sudah mendulang total 27 medali, dengan rincian enam emas, tujuh perak, dan 14 perunggu.
Di Paralimpiade Paris 2024, Indonesia jelas membidik emas. (nik)

Editor : Niko auglandy
#paris #paralimpiade #indonesia