Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Klaten Jadi Tuan Rumah Kompetisi Panahan Berkuda, Diikuti 49 Atlet dari Tiga Negara di Asia Tenggara

Angga Purenda • Minggu, 1 September 2024 | 18:16 WIB
Atlet panahan berkuda  tampak melepaskan anak panah pada sasaran sambil menunggangi kuda di Johnsto Stable, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten.
Atlet panahan berkuda tampak melepaskan anak panah pada sasaran sambil menunggangi kuda di Johnsto Stable, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten.

RADARSOLO.COM - Kabupaten Klaten menjadi tuan rumah kompetisi panahan berkuda tingkat internasional yang bertajuk Indonesia National League Horseback Archery Series I.

Kegiatan ini berlangsung di Johnsto Stable, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten.

Kompetisi internasional itu digelar hasil kolaborasi organisasi antara Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) dan Perkumpulan Pemanah Berkuda (Perdana) Indonesia.

Indonesia National League Horseback Archery Series I yang berlangsung dari Sabtu (31/8/2024 ) hingga Minggu (1/9/2024) ini diikuti atlet yang berasal dari tiga negara yakni Indonesia, Malayasia dan Thailand.

Panahan berkuda mempertandingkan tiga kategori meliputi serial shot, qabaq dan masahee. Dibagi dalam dua kelas yakni junior yang masih berusia di bawah 16 tahun.

Sedangkan kelas senior bagi mereka yang berusia 16 tahun ke atas. Berlaku baik peserta laki-laki maupun perempuan.

Total ada 49 atlet yang ikut serta dalam kompetisi panahan berkuda di Kota Bersinar. Termasuk diikuti para atlet panahan berkuda yang pernah meraih juara dunia.

Salah satunya atlet panahan berkuda asal Klaten yakni Muhammad Yahya Ayyas.

“Melalui kompetisi panahan berkuda ini, kami ingin memajukan dan dapat diketahui oleh masyarakat luas. Harapannya semakin banyak penggiat panahan berkuda di Indonesia,” ujar Ketua KPBI Akhmad Mustain saat ditemui di lokasi, Sabtu (31/8/2024).

Lebih lanjut, Akhmad mengutarakan, bahwa kompetisi itu juga menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan para atlet panahan berkuda di tanah air.

Harapannya para atlet bisa berprestasi dalam piala dunia panahan berkuda yang rutin diselenggarakan dua tahun sekali.

Dijelaskan oleh Akhmad untuk kategori masahee memiliki track dengan panjang 99 meter dan tiga target.

Sementara itu, untuk serial shot juga memiliki tiga target sasaran untuk dipanah.

Sedangkan untuk qabaq memiliki dua sasaran. Ketika mengenai sasaran, peserta akan mendapatkan poin.

“Untuk peserta paling muda berusia 8 tahun yang berasal dari Jawa Tengah. Sedangkan paling tua berusia 44 tahun dari Jawa Timur,” tambah Akhmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho mengapresiasi atas terselenggaranya Indonesia National League Horseback Archery tersebut.

Terlebih lagi Klaten berkesempatan menjadi tuan rumah dari kompetisi panahan berkuda yang direncanakan berlangsung tiga seri itu.

“Panahan berkuda ini kan juga bagian dari tradisi yang terus dilestarikan anak bangsa. Kami atas nama Pemkab Klaten mengapresiasi sekali. Terlebih lagi potensi yang ada di Klaten juga perlu dikembangkan,” ujar Sri Nugroho.

Lebih lanjut, Sri Nugroho belum mengetahui jumlah atlet panahan berkuda yang ada di Klaten.

Menurutnya, perlu dilakukan pendataan serta didukung untuk peningkatan kemampuan para atlet.

Sejumlah atlet tampak mengenakan baju tradisional dari daerahnya masing-masing.

Layaknya para kesatria zaman dahulu dengan mengendalikan kudanya sambil melepaskan anak panah untuk ditembakan pada sasaran.

Salah satu atlet panahan berkuda asal Thailand, Abdullah, 30, mengaku tertarik mengikuti kompetisi di Klaten tersebut.

Mengingat sebelumnya pernah berlatih di Indonesia dan menjadi kompetisi paling kompetitif karena diikuti atlet panahan berkuda juara dunia.

“Ada atlet-atlet panahan berkuda yang begitu kuat. Bisa menjadi Latihan, sehingga kemampuan kami bisa ditingkatkan lagi,” ujar Abdullah yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini.

Dirinya mengaku untuk mengikuti Indonesia National League Horseback Archery Series I itu berlatih selama satu bulan.

Melalui proses seleksi ketat hingga akhirnya ada empat atlet panahan berkuda asal Thailand yang ikut serta dalam kompetisi tersebut. (ren)

Editor : Damianus Bram
#Johnsto Stable #Panahan Berkuda #atlet #Horseback Archery #memanah