RADARSOLO.COM - Perjalanan atlet para badminton Suryo Nugroho di Paralimpiade Paris 2024 tak mudah. Bahkan atlet berusia 29 tahun tersebut sempat sedikit kurang optimistis imbas problem di fisiknya.
Suryo membeberkan sebelum berangkat ke Paris, ada masalah di tumit kaki kanan. Sesampainya di arena, Suryo mendorong dirinya untuk tetap menjalani pertandingan. Juga melupakan rasa nyeri yang dirasakannya.
"Dan akhirnya bisa melaju sampai final. Meskipun saya mendapati cedera lutut pada saat semifinal melawan atlet dari Malaysia, tapi alhamdulillah-nya saya masih bisa memenangkan pertandingan dan tampil di final," ujar Suryo kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (3/9).
Dalam kelas men's singles SU5, Suryo berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia. Usai mengakui keunggulan wakil Malaysia Cheah Liek Hou dengan angka 13-21, 15-21.
"Saat final saya berusaha berusaha bermain sebaik mungkin. Tapi saya akui lawan lebih siap untuk antisipasi permainan saya. Dan bisa membatasi pola permainan saya supaya tidak berkembang," jelasnya.
Meski kalah di partai final, Suryo mengaku puas dengan hasilnya. Karena capaian ini lebih tinggi dibanding perolehan perunggu pada Paralimpiade Tokyo 2020 silam.
"Alhamdulillah puas karena capaian final kali ini diluar target saya. Karena saya pribadi menargetkan untuk mempertahankan medali perunggu Tokyo 2020 lalu," sambung Suryo.
Setelah ini, Suryo bakal fokus dalam proses penyembuhan cederanya terlebih dahulu.
"Jika memungkinkan saya akan tampil pada event Indonesia Open Para Badminton pada 18-22 September di Solo," imbuhnya.
Hingga berita ini ditulis, Indonesia ada di posisi ke-31. Dimana Sang Garuda sudah meraih 12 medali, tepatnya satu emas, enam perak, dan lima perunggu. Selain bulu tangkis, medali Indonesia di Paralimpiade juga sudah disumbangkan atlet dari cabor boccia.
China ada di posisi puncak, dengan tabungan 43 emas, 30 perak, dan 14 perunggu. Sementara tuan rumah Prancis di posisi kelima dengan torehan 11 emas, 10 perak, dan 13 perunggu.(nis/nik)
Editor : Niko auglandy