RADARSOLO.COM - Koreo berukuran 34x16 meter membentang di tribun selatan Sritex Arena, Selasa (25/9) malam. Menghiasi dan menakjubkan seluruh penonton Honda DBL with Kopi Good Day 2024 Central Java-South.
Brastajaya, suporter tim basket SMAN 7 Surakarta membentangkanya, saat mendukung tim basket putra sekolahnya terjun di ajang ini melawan SMK St Mikael Surakarta.
Fantastis, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan totalitas dan kreativitas komunitas suporter ini.
Ada banyak makna dibalik koreo nan megah ini. Semua tertera jelas, karena koreo ini dibentuk dalam konsep komik. Alhasil, semua orang di tribun sebenar ikut membacanya, dan memahami pesan cerita yang tengah diumbar oleh Brastajaya.
Ketua Brastajaya Naufal Rifky Vidya Dewana mengaku koreo yang sudah disiapkan ini memiliki makna penting untuk membanggakan sekolah tercinta mereka yaitu SMAN 7 Surakarta.
"Pada koreo tersebut memiliki tema komik yang menggambarkan menjelang lomba basket DBL 2024 dan perjuangkan Brastajaya serta antusias teman-teman dalam mendukung tim basket SMAN 7 Surakarta," tutur Naufal kepada Jawa Pos Radar Solo.
Panel pertama menggambarkan tiga siswa yang tengah membicarakan kompetisi student athlete bergengsi di Indonesia. Ialah Honda DBL with Kopi Good Day 2024 Central Java-South. Sementara panel kedua menggambarkan roadshow DBL yang berlangsung di SMAN 7 Surakarta.
"Lalu panel ketiga menggambarkan siswa siswi SMAN 7 Surakarta yang sedang berjalan menuju Sritex Arena," tambah Naufal.
Selanjutnya di panel keempat mendeskripsikan antusias siswa-siswi yang mendukung basket SMAN 7 Surakarta sembari menyanyikan chant Brastajaya. Hal ini pun terjadi di arena. Mereka berusaha menyemangati tim kebanggaannya yang sedang berjuang.
"Dan selanjutnya pada panel kelima menggambarkan capo, guru, dan siswa SMAN 7 Surakarta yang serentak korteo (jalan kaki bersama, Red) menuju ke Sritex Arena," ucapnya.
"Dari semua panel koreo tersebut memiliki makna besar bagi Brastajaya yang merupakan rumah bagi seluruh keluarga besar SMAN 7, baik siswa aktif, alumni maupun manajemen sekolah, bergerak bersama menjadi garda terdepan dan support system bagi kegiatan di SMAN 7 Surakarta," sambungnya.
Bukan hanya koreonya saja yang megah, semangat para suporternya juga tak kalah istimewa. Benar saja, mereka berbondong-bondong datang dengan serentak kompak mengenakan baju berwarna hijau, dan selalu menyanyi lantang sepanjang laga.
"Hampir semua berangkat, kami membawa jumlah masa kurang lebihnya 800 massa," sebut Naufal.
Sayangnya, di gim perdana SMAN 7 Surakarta di DBL musim ini, mereka harus mengakui keunggulan lawannya SMK St Mikael Surakarta. Mereka kalah dengan skor 13-34.
Kendati demikian, Brastajaya tetap mendukung tim kebanggaannya. Apalagi masih ada asa di pertandingan selanjutnya.
"Harapan kami semoga teman-teman SMAN 7 Surakarta tetap mau mendukung dan ikut meramaikan tribun untuk mensupport teman-teman tim basket kami yang sedang bertanding," tutur Naufal.
Di sisi lain, Naufal juga berharap dan berdoa supaya Brastajaya bisa terpilih sebagai best supporter pertama. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy