RADARSOLO.COM – Selain venue pertandingan dan akomodasi, ada hal lain yang harus diperhatikan panitia Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo Raya. Apalagi kalau bukan asupan gizi dan nutrisi pada menu makanan yang disediakan untuk atlet.
Karena itu, quality control harian sangat diperlukan.
Ahli gizi pra-event Peparnas 2024 Farah Aulia menjelaskan, keseimbangan gizi sangat dibutuhkan untuk menunjang performa atlet disabilitas. Meskipun kebutuhan nustrisinya tak jauh beda dengan atlet normal lainnya. Dan sepanjang atlet bersangkutan tidak mengalami gangguan pencernaan.
“Perlu diperhatikan adalah alergi bahan makanan tiap atlet. Selain itu, pengukuran kebutuhan gizi kan berbeda. Karena tinggi dan berat badan tiap atlet bervariasi,” kata Farah, Selasa (8/10).
Farah menambahkan, menghitung kadar gizi yang dibutuhkan atlet melibatkan banyak faktor. Mulai dari berat dan tinggi badan, usia, jenis kelamin, serta cabang olahraga (cabor) yang digeluti. Penghitungan ini penting, karena aktivitas fisik atlet jauh lebih intens dibanding nonatlet.
“Atlet butuh energi lebih banyak. Juga punya kebutuhan gizi spesifik. Misalnya atlet lari jarak jauh, butuh karbohidrat lebih tinggi untuk ketahanan. Kalau atlet angkat berat lebih memerlukan protein untuk membangun kekuatan otot,” urainya.
Nah, tantangannya adalah tidak adanya ahli gizi pendamping sepanjang gelaran peparnas. Padahal ini penting untuk memastikan kebutuhan gizi tiap atlet seimbang. Farah mengaku tidak dilibatkan dalam quality control harian.
“Saya hanya memberikan rekomendasi ke para penyedia menu makan (hotel dan catering). Itu dulu sebelum peparnas dimulai. Namun saat pelaksanaannya tidak ada kontrol harian dari ahli gizi,” ujarnya.
Ya, sebelum peparnas Farah sempat memberi masukan kepada hotel dan catering, yang menyediakan menu makanan bagi atlet peparnas. Memastikan bahan makanan yang digunakan berkualitas. “Serta proses pengolahan dan penyajiannya memenuhi standar kesehatan,” bebernya.
Sementara itu, penyelenggara peparnas tidak menyediakan suplemen khusus bagi atlet. Karena itu tanggung jawab masing-masing kontingen.
“Terpenting menunya harus memenuhi lima komponen utama. Seperti makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah-buahan,” ujar Farah. (zia/fer)
Editor : fery ardi susanto