RADARSOLO.COM – Tak hanya atlet, penyandang disabilitas lainnya juga diberi kesempatan terlibat dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024. Salah satunya menjadi panitia kompetisi.
Di cabor para renang, total 15 penyandang disabilitas sebagai panitia. Salah satunya Rita Wati. Rita mengaku gembira bisa dilibatkan dalam event Peparnas XVII ini.
Bahkan, dia rela datang jauh-jauh dari Bandar Lampung bersama anak tercintanya demi terlibat dalam kepanitiaan Peparnas XVII Solo 2024.
"Saya dari Bandar Lampung, kesehariannya jadi ibu rumah tangga yang biasa jualan. Saya dikasih kesempatan membantu acara seperti ini, pastinya senang banget," ujarnya saat ditemui di kolam renang Intanpari Waterpark, Karanganyar.
Kesempatan ini tak akan disia-siakan Rita. Ini dijadikannya sebagai sebuah pengalaman berharga. Terlebih, tugas yang diberikan tidak begitu berat dan bisa bertemu dengan para pejabat.
"Saya tugasnya terima tamu yang VIP. Tentu senang sekali bisa bertemu para pejabat untuk bersalaman. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik. Semoga yang akan datang bisa ikut lagi, buat dapet pengalaman lebih meningkat," ujar Rita.
Sementara itu Manajer Kompetisi Para Renang Peparnas XVII Solo 2024 Ryano Dwiki Darmawan menyebutkan total semua panitia untuk cabor renang ada 232 orang. Dari jumlah tersebut, temen-temen disabilitas ada 15 orang.
Ryano menyebut untuk para penyandang disabilitas diberikan tugas sebagai penerima dan pendamping tamu. Tugas itu diberikan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada.
"Kami sesuaikan dengan kondisi disabilitas teman-teman, supaya mereka bisa merasakan euforia Peparnas kali ini. Kami berikan tugas untuk menjadi VIP assistant, dimana teman-teman harus menjaga dan mendampingi ketika ada tamu VIP," ungkapnya.
Keterlibatan teman-teman disabilitas ini untuk memberikan kesempatan yang sama bagi para penyandang disabilitas maupun yang bukan dalam menyukseskan Peparnas di Solo.
"Peparnas merupakan event-nya teman-teman disabilitas. Jadi kita harus mengutamakan teman-teman disabilitas agar mereka juga terlibat dan ada kesetaraan untuk mereka," ucapnya.
Soal proses perekrutan, Ryano turut melibatkan kepengurusan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) daerah. "Untuk proses seleksi, utamanya kita melibatkan NPC daerah dan juga NPC pusat. Nama-nama tersebut kita ambil dari usulan manajemen NPC. Untuk kriteria khusus kita enggak ada," sambungnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy