Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tradisi Dukungan Olahraga Disabilitas Perlu Dilanjutkan, Peparnas Jadi Pemicu Semangat

Mannisa Elfira • Rabu, 16 Oktober 2024 | 02:19 WIB
Pertandingan cabor atletik ajang Peparnas di Stadion Sriwedari (9/10).
Pertandingan cabor atletik ajang Peparnas di Stadion Sriwedari (9/10).

RADARSOLO.COM - Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 merupakan ajang olahraga disabilitas terakhir di era Presiden Joko Widodo. Kesetaraan dalam pengembangan olahraga ini perlu dilanjutkan oleh pemerintah berikutnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mendorong pengembangan olahraga inklusif perlu berlanjut, khususnya di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wapres terpilih. Ini supaya prestasi di bidang olahraga disabilitas dapat terus terjaga, bahkan semakin meningkat.

Dito menuturkan pemerintahan Presiden Joko Widodo telah membawa prestasi olahraga difabel Indonesia semakin terdongkrak di level internasional.

"Perjalanan tidak berhenti sampai di sini. Inklusivitas yang telah kami bangun harus diteruskan di pemerintahan yang akan datang. Inklusivitas harus jadi bagian integral bagi pengembangan olahraga di masa depan,” ucapnya.

Dito menambahkan para atlet disabilitas yang bersaing di Peparnas telah menjadi bukti bahwa olahraga adalah hak semua orang. Menurutnya ajang yang digelar 6-13 Oktober berjalan sukses.  

“Kita perlu berkomitmen untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas dapat kesempatan yang sama untuk tumbuh dan lebih tangguh dan maju bersama, demi Indonesia Raya,” tambahnya. 

Dito mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah menyukseskan perhelatan Peparnas XVII. Dito mengatakan Peparnas tak sekadar kompetisi olahraga, tapi pertunjukan mentalitas bangsa.

"Para atlet yang bertanding adalah teladan baik bagi mentalitas bangsa. Mereka berhasil membuktikan bahwa tekad kuat mampu mengubah keterbatasan menjadi kebebasan. Kebebasan atas rasa takut, rasa rendah diri dan rasa dari disalahpahami,” tambahnya.

"Peparnas adalah ajang olahraga dengan semangat inklusivitas, solidaritas, dan integritas," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Dito mengucapkan selamat pada Jawa Tengah yang mampu menjadi juara umum di Peparnas kali ini. Dito juga mengapresiasi para atlet yang meraih medali dan memecahkan rekor.

"Bagi mereka yang belum (mendapat medali), jangan pernah kecil hati. Kalian tetap para juara. Kalian telah memberi pelajaran bahwa keberanian dan usaha keras adalah pencapaian terbesar," tegas Dito. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#peparnas