RADARSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak-anak Kota Bengawan. Terbaru, atlet-atlet binaan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Surakarta menyabet sembilan medali di kejurprov remaja dan usia dini di Semarang pada 24-27 Oktober lalu.
Ketua PGSI Surakarta Catur Bambang Priadi membeberkan Kota Bengawan mengirimkan 13 atlet. Rinciannya tiga atlet putra dan tiga atlet putri kategori usia dini. Plus enam atlet putra dan satu atlet putri kategori remaja.
Atlet-atlet tersebut menyumbangkan total sembilan medali. Rinciannya dua emas, dua perak, dan dua perunggu di usia dini. Disusul satu emas dan dua perunggu di kategori dewasa.
"Saya merasa sangat bangga dengan performa atlet kami. Karena mereka sudah maksimal bertanding, meskipun dari Pemalang, Grobogan, Demak, Kendal datang dengan atlet binaan dari sekolah olahraga (SKO) tingkat kabupaten/kota. Sementara kami dari Solo belum ada SKO cabor gulat tapi atlet kami sudah bisa mengimbangi pergulatannya," ujar Catur kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (29/10).
Catur menambahkan, sejatinya pihak PGSI tak menargetkan. Mengingat ini masih di level remaja dan usia dini. Apalagi semenjak pandemi Covid-19, latihan gulat baru dimulai kembali.
"Pelatih kami juga belum bisa menganalisa kekuatan daerah lain. Kami juga dari binaan klub juga," tuturnya.
Hal terpenting dari Kejurprov ini adalah jam terbang bagi anak-anak. Ini akan menjadi modal penting bagi gulat Solo di event-event selanjutnya.
"Alhamdulillah kami menduduki peringkat 5 se-Jawa Tengah," tambah Catur.
Torehan ini tak terlepas dari persiapan gulat Solo yang sudah dimulai sejak tiga bulan silam. Catur mengungkapkan gulat berlatih di Gate 7 Stadion Manahan mulai Agustus.
"Tapi kami sempat pindah tempat karena Stadion Manahan harus steril untuk Peparnas. Kami latihan dipusatkan di camp Bima MMA Kartasura," ucapnya.
Banyak hal yang ditempa atlet-atlet gulat. Mereka diberi latihan mulai dari fisik, kekuatan, teknik, dan juga strategi bertanding.
"Harapan kami kedepan di Solo ada SKO dan KKO cabor gulat. Karena kami setiap event popda provinsi juga turut menyumbangkan medali dan tidak kalah dengan cabor 2 yang ada di SKO /KKO Solo," harapnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy