Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kiper Persis Solo M Riyadi Ungkap Kelakuan Kiper Timnas Marteen Paes di Luar Lapangan yang Bikin Geleng-Geleng

Mannisa Elfira • Jumat, 22 November 2024 | 04:02 WIB
Tiga penjaga gawang Indonesia kompak saling mendukung. (IG Marteen Paes)
Tiga penjaga gawang Indonesia kompak saling mendukung. (IG Marteen Paes)

RADARSOLO.COM - Timnas Indonesia memiliki tiga kiper hebat. Meski selama ini posisi kiper utama masih dipegang Marteen Paes dari FC Dallas MLS, namun Nadeo Argawianata dan Muhammad Riyandi tetap kompak beri support.

Suasana penuh kebanggaan selalu menyelimuti momen kemenangan Timnas Indonesia. Dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putaran Ketiga melawan Arab Saudi, yang berakhir dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Karno pada 19 November lalu, ada tradisi sakral yang tak pernah terlewatkan. Lagu "Tanah Airku" berkumandang, dinyanyikan secara khidmat oleh pemain, pelatih, hingga puluhan ribu suporter yang memadati stadion.

Di tengah lingkaran, tiga penjaga gawang Timnas Indonesia saling merangkul. Maarten Paes, Nadeo Argawinata, dan Muhammad Riyandi, kiper Persis Solo, tampak semringah berbagi momen kebersamaan. Bagi Riyandi, atmosfer Timnas adalah keluarga besar.

"Kami seperti keluarga, saling bercanda dan mendukung. Apalagi Maarten Paes itu suka bercanda, sering nyanyi. Dia malah sering nyanyiin lagu 'Tak Gendong' belakangan ini," ujar Riyandi sambil tertawa.

Meski Riyandi belum mendapat kesempatan tampil di lapangan karena Shin Tae-yong lebih mempercayai Maarten Paes sebagai kiper utama, dia tetap merasa bangga bisa menjadi bagian dari skuad Garuda.

"Banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil dari Maarten ataupun Nadeo. Kami saling mendukung dan bersinergi, baik di latihan maupun di luar lapangan," tutur Riyandi.

Persaingan antar kiper, menurut Riyandi, justru menjadi motivasi untuk saling belajar. "Kami sering berbagi teknik, seperti positioning dan pengalaman lainnya. Siapapun yang dimainkan pelatih, itulah yang terbaik untuk Indonesia," tegas kiper berusia 24 tahun tersebut.

Muhammad Riyandi bukan nama baru di dunia sepak bola nasional. Sejak usia muda, dia telah menjadi langganan Timnas di berbagai kelompok umur, mulai dari U-19 hingga senior. Namun, perjalanan kariernya tidak terjadi secara instan.

Riyandi mengenang awal mula dia terjun ke dunia sepak bola, yang terinspirasi oleh sosok kiper legendaris Indonesia, Kurnia Meiga.

"Awalnya saya suka nonton bola di rumah. Kurnia Meiga adalah idola saya. Dia tampil luar biasa di masanya. Karena itu, saya memutuskan menjadi kiper," cerita Riyandi.

Dia memulai latihan serius di usia 10 tahun di sekolah sepak bola (SSB) Pelita Jaya, tempat dia mengasah bakat hingga menjadi penjaga gawang profesional.

Meski persaingan di Timnas terasa ketat, Riyandi selalu menjunjung tinggi solidaritas dan semangat kebersamaan. Ritual menyanyikan lagu nasional setelah pertandingan adalah momen yang memperkuat ikatan antarpemain.

"Momen ini membuat kami semakin sadar bahwa kami bermain bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk negara," ungkap Riyandi.

Kebersamaan dan pengabdian yang ditunjukkan para pemain Timnas, termasuk para penjaga gawang, menjadi cerminan semangat Garuda. Dengan pengalaman dan pelajaran yang terus dipetik, Muhammad Riyandi siap melangkah lebih jauh, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda. (*/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#persis solo #Maarten Paes #timnas