RADARSOLO.COM – Acara perkenalan pemain Hangtuah Jakarta untuk IBL GoPay 2024, Sabtu siang (14/12), menjadi momen emosional yang akan dikenang oleh dunia bola basket Indonesia.
Kelly Purwanto, salah satu legenda basket tanah air, resmi mengumumkan pensiun dari karier profesionalnya setelah 21 tahun berkiprah di liga bola basket Indonesia.
"Saya sebagai pemain, mulai hari ini saya tidak akan bermain lagi sebagai pemain profesional. Namun saya akan tetap bekerja sama dengan Hangtuah," ungkap Kelly di hadapan rekan-rekan setim dan para pendukungnya.
Kelly, yang kini berusia 41 tahun, dikenal sebagai salah satu guard terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Pemain kelahiran Jakarta, 3 Agustus 1983 ini, memulai karier profesionalnya pada tahun 2003 dan terus bermain hingga 2024.
Dengan segudang prestasi dan pengaruhnya dalam dunia basket, Kelly pantas disebut sebagai legenda.
Perjalanan Karier yang Penuh Prestasi
Setelah lulus SMA, Kelly bergabung dengan Satria Muda Junior dan bermain di Libama bersama STIE Perbanas pada tahun 2001.
Kiprah pertamanya di level nasional cukup mengesankan, dengan membantu kampusnya meraih gelar juara nasional pada tahun 2002.
Baca Juga: Andre Adrianno Pamitan dari Kesatria Bengawan Solo, Gabung ke Klub IBL Mana Dia Musim Ini?
Dia kemudian masuk dalam daftar pemain Satria Muda di Kobatama pada 2003, meskipun hanya bermain dalam empat pertandingan.
Tahun 2004 menjadi momen krusial dalam perjalanan karier Kelly. Meskipun sempat mengalami cedera punggung yang membuatnya keluar dari daftar pemain Satria Muda, Kelly justru bangkit dengan membawa DKI Jaya meraih medali emas PON dan membantu STIE Perbanas mempertahankan gelar juara Libama Nasional.
Pada tahun 2005, Kelly bergabung dengan Kalila setelah direkrut melalui opsi rookie IBL. Di sana, dia langsung mencuri perhatian dengan terpilih sebagai All-Star di musim debutnya, diikuti gelar MVP pada musim kedua. Namanya pun melambung, menjadikannya ikon Kalila pada masanya.
Sosok Guard Terbaik dengan Rekor Cemerlang
Kelly melanjutkan kariernya dengan Garuda Bandung (2007-2010), kemudian bermain lima musim bersama Pelita Jaya Jakarta di era NBL Indonesia. Di sana, ia mencetak berbagai rekor, termasuk tiga kali terpilih sebagai All-Star, satu kali Top Assist, dan dua kali Top Steal.
Pada tahun 2016, Kelly bergabung dengan Hangtuah Sumsel, bermain hingga 2018, sebelum semusim membela Bogor Siliwangi (2018-2019).
Baca Juga: Kesatria Bengawan Solo Klaim Tak Ada Penambahan Roster Lokal Lagi Jelang IBL Dimulai, Ini Alasannya
Dia kembali ke Hangtuah pada 2019 dan bertahan hingga akhir kariernya pada 2024.
Selain di level klub, Kelly juga pernah membela Timnas Indonesia. Ia membantu tim meraih medali perak di SEABA Championship 2009 dan medali perunggu di Islamic Solidarity Games 2013. Dedikasinya terhadap timnas menambah daftar panjang kontribusinya dalam dunia basket Indonesia.
Pensiun dengan Warisan yang Abadi
Keputusan Kelly untuk pensiun dari dunia basket profesional bukanlah akhir dari perjalanan. Ia menyatakan akan tetap bekerja sama dengan Hangtuah, meskipun tidak lagi sebagai pemain. Kehadirannya di dunia basket akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya.
Baca Juga: Kesatria Bengawan Solo Rancang Agenda 8 Kali Uji Coba di Kota Ini Jelang IBL
Kelly Purwanto tidak hanya dikenal karena prestasinya di lapangan, tetapi juga karena kepercayaan diri, konsistensi, dan etos kerja yang luar biasa.
Dia telah menutup kariernya dengan catatan yang membanggakan, meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam sejarah bola basket Indonesia. (nik)
Editor : Niko auglandy