RADARSOLO.COM - Opposite hitter muda Fiola Marsya Azzahra memiliki kesempatan emas. Menggeluti voli sejak dini, kini Fiola digaet oleh salah satu tim Proliga, Jakarta Livin Mandiri.
Di bawah terik matahari sore, seorang remaja tampak bersemangat melatih pukulan smash-nya di sebuah lapangan voli dekat rumahnya. Dialah Fiola Marsya Azzahra, opposite hitter muda berbakat yang kini bersiap mencatatkan namanya di panggung besar voli Indonesia, Proliga 2025, bersama Jakarta Livin Mandiri.
Dengan postur tinggi dan teknik yang kian matang, Fiola telah menempuh perjalanan panjang dari voli tarkam hingga ke kancah profesional. Baginya, voli bukan sekadar olahraga, melainkan cinta pertama yang dikenalkan oleh sang ayah sejak kecil.
“Dulu ayah sering ajak saya nonton voli, dari tarkam sampai Proliga. Dari situlah rasa suka saya tumbuh,” cerita Fiola saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Solo.
Lahir pada 2006, Fiola mulai mengenal voli sejak SD. Kala itu, dia terpilih membela sekolahnya di ajang Popda SD tingkat provinsi dan sukses meraih juara kedua.
“Dari situ, saya semakin bersemangat untuk latihan dan menekuni voli lebih serius,” katanya penuh antusias.
Saat memasuki jenjang SMP, Fiola bergabung dengan Vita Solo, klub voli legendaris yang telah mencetak banyak pemain berprestasi sejak 1950-an. Dari sinilah kemampuan Fiola semakin terasah. Dengan jadwal latihan rutin di klub dan tambahan latihan bersama sang ayah di lapangan dekat rumah, Fiola perlahan mengukuhkan diri sebagai salah satu talenta muda terbaik di Solo.
“Di Vita Solo saya belajar banyak. Dari SMP sudah mulai ikut kejuaraan seperti Livoli, Kejurnas, Porprov, sampai dipercaya memperkuat tim inti PON Jawa Tengah. Itu pengalaman yang luar biasa,” katanya bangga.
Namun, perjalanan Fiola tidak selalu mulus. Dia menyadari bahwa voli bukan hanya soal teknik mengolah bola, tetapi juga membutuhkan fisik yang prima.
“Latihan fisik itu paling berat. Kita harus kuat agar bisa bermain lima set tanpa lelah. Makanya, saya rajin lari, lompat, dan fitness minimal dua kali seminggu,” ujarnya.
Ketekunan dan disiplin Fiola berbuah manis. Tahun ini, dia bergabung dengan salah satu tim besar Proliga, Jakarta Livin Mandiri.
“Rasanya senang sekali. Ini pengalaman pertama saya di Proliga, bisa latihan bersama pemain Timnas dan dilatih pelatih asing. Saya banyak belajar dari mereka,” katanya dengan mata berbinar.
Keberhasilan Fiola menembus Proliga juga menjadi kebanggaan bagi klubnya, Vita Solo. Sekretaris Vita Solo Ardhiansyah mengatakan, Fiola layak berada di panggung besar.
“Ini kali pertama dia tampil di Proliga dan juga dipanggil pemusatan latihan nasional (pelatnas). Kami sangat bangga,” katanya.
Ardhiansyah menambahkan, Fiola adalah pemain yang gigih dan mudah beradaptasi. “Dia bisa bergaul baik dengan pemain seusianya maupun senior. Tapi begitu di lapangan, dia berubah. Mode seriusnya langsung aktif, dan dia selalu bermain dengan tekad untuk menang,” tambahnya.
Kini, Fiola Marsya Azzahra tengah bersiap menghadapi tantangan baru di Proliga. Dengan dukungan dari klub, keluarga, dan semangat pantang menyerah, Fiola tidak hanya menjadi kebanggaan Vita Solo, tetapi juga harapan besar bagi dunia voli Indonesia.
“Saya ingin belajar sebanyak mungkin di sini dan terus berkembang. Semoga saya bisa membawa nama baik Solo dan Indonesia di masa depan,” tutup Fiola penuh harap. (nis/bun)
Editor : Kabun Triyatno