RADARSOLO.COM – Guru besar pendidikan olahraga Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo Nuruddin Priya Budi mengaku, instrumen pemanduan bakat bisa mempercepat atlet meraih prestasi nasional. Salah satunya dari cabang olahraga (cabor) anggar.
Ini telah diimplementasikan dalam pembinaan atlet anggar di kampus setempat. Termasuk di Kelas Khusus Olahraga (KKO) dan SMP Khusus Olahraga (SKO) Kota Solo.
Nuruddin menjelaskan, fondasi dari atlet anggar adalah pembinaan anak sejak usia dini. Melalui pembinaan yang sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan, akan memacu performa atlet dalam meraih prestasi tinggi.
Berdasarkan kajian teori, penelitian lapangan dan analisis data yang dilakukannya, tersusun model tes pemanduan bakat anggar dengan enam item.
Rinciannya, persepsi kinestetik, lempar bola tenis dan bola basket, lompat jauh tanpa awalan, lari maju-mundur 5 meter, serta lari multitahap (MFT).
“Instrumen pemanduan bakat ini bisa membedakan atlet yang potensi dan yang tidak,” jelas pria yang juga Wakil Rektor III UTP ini.
Menurut Nuruddin, efektivitas tes tersebut terlihat pada 11 atlet anggar Kota Solo. Terutama yang mewakili Jawa Tengah di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu. Mereka juga mendapatkan pembinaan di UTP.
Dua atlet di antaranya meraih prestasi nasional dalam kurun 8 tahun. Sedangkan tiga fencer lainnya dengan masa 12 tahun pembinaan.
“SKO ini sangat membantu ketika anak-anak dipilih dengan tes panduan bakat. Maka bisa meringkas waktu untuk berprestasi. Hanya membutuhkan waktu 6 tahun. Ini rekor nasional, seorang anak SMA Vitson Bastian mendapat medali emas di PON Aceh. Ini berasal dari pembinaan di Solo,” bebernya.
Sementara itu, Nuruddin optimistis proyeksi 10 tahun pembinaan di SKO akan melahirkan atlet anggar berprestasi di kancah olimpiade. “Jangka waktu untuk mencapai itu, 10 tahun kira-kira bisa,” hematnya. (zia/fer)
Editor : Damianus Bram