Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Para Archery Indonesia Raih Hasil Membanggakan di Bangkok, Persiapan Menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 Berjalan Mulus

Mannisa Elfira • Jumat, 14 Februari 2025 | 21:10 WIB
Tim para archery Indonesia terjun di Asian Para Cup World Ranking Tournament, di Bangkok, Thailand, 5-10 Februari lalu.
Tim para archery Indonesia terjun di Asian Para Cup World Ranking Tournament, di Bangkok, Thailand, 5-10 Februari lalu.

RADARSOLO.COM - Asah kemampuan atlet, tim para archery Indonesia berangkat ke Bangkok, Thailand untuk mengikuti Asian Para Cup World Ranking Tournament, 5-10 Februari lalu.

Dalam agenda try-out tersebut, Kholidin dkk mengemas enam medali.

Prestasi membanggakan ini dipersembahkan oleh lima atlet. Rinciannya, mereka memperoleh satu medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu.

Satu-satunya emas disumbangkan oleh atlet asal Jakarta, Kholidin di nomor individual recurve men open setelah menang atas wakil Thailand, Hanreuchai Netsiri, dengan skor telak 7-1.

Selain emas, Kholidin juga mengamankan dua medali perak. Dia memboyong medali perak nomor double mens recurve bersama Setiawan dan nomor mixed recurve team bersama Mahda Aulia.

Atas capaian tersebut, Kholidin mengaku senang dengan hasil try out perdana tahun ini. Hasil ini dijadikan motivasi untuk mengejar prestasi di kejuaraan-kejuaraan berikutnya, terutama mengunci tiket Paralimpiade Los Angeles 2028.

"Alhamdulillah try out perdana tahun 2025 berjalan dengan lancar. Sebetulnya secara pribadi saya menginginkan tiga emas, karena memang sebelum ini yang double dan mixed team sangat tipis (skornya)," ucap Kholidin.

Sementara itu, dua medali perak lainnya datang dari atlet asal Jawa Timur, Ken Swagumilang. Ken memperoleh medali perak setelah turun pada nomor individual compound men open serta nomor mixed compound team bersama Teodora Audi.

Selanjutnya, satu medali perunggu dipersembahkan oleh Teodora Audi dari nomor individual compound women open. Dia mengalahkan perwakilan India, Jyoti Baliyan, dengan skor tipis 136-135.

Pelatih Para Panahan Indonesia, Idya Putra Harjianto memberikan apresiasi atas hasil yang dicatatkan para atlet di Bangkok. Catatan ini menjadi modal bagus dalam mengejar target jangka panjang menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

"Ini menjadi awal yang baik menuju kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Setelah ini ada World Championship di Gwangju (Korea Selatan), European World Ranking di Roma (Italia), dan World Championship di Beijing (China)," ujar Idya.

Idya menilai, para atlet sukses menunjukkan hasil dari tiga bulan pemusatan latihan. Secara khusus, Idya memberikan pujian terbadap Kholidin yang berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu andalan Indonesia.

"Melalui try out ini kita ingin mengukur kemampuan skor para atlet yang sudah dilatih sepanjang pemusatan latihan, apakah ada kenaikan atau ada penurunan," papar Idya.

Syukurnya, lanjutnya, hampir semua atlet performanya meningkat dibandingkan tahun lalu. Indonesia meraih medali yang lebih banyak bila dibandingkan dengan kejuaraan Asia tahun 2023 lalu.

Untuk terus asah kemampuan atlet, Idya memastikan tim pelatih para panahan akan banyak hal terutama dari sisi mentalitas bertanding. Ada sejumlah evaluasi yang akan dikantongi dalam pemusatan latihan.

"Kita akan melakukan berbagai cara, termasuk latih tanding dengan atlet lokal, untuk pembentukan mental dan karakter. Dengan begitu, ketika sudah berada di kejuaraan dunia, mereka sudah terbiasa dan bisa membawa pulang medali lebih banyak lagi," lanjutnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#paralimpiade #Kholidin #panahan #Para Archery