RADARSOLO.COM – Masa depan Megawati Hangestri bersama Red Sparks di V-League Korea Selatan mulai menjadi perbincangan hangat.
Pasalnya, Megawati tidak mendaftarkan diri dalam tryout pemain asing yang akan ditutup pada Kamis (19/3/2025), serta melewatkan pendaftaran Asia Quota yang berakhir Februari lalu.
Langkah ini memicu spekulasi besar, apakah ia akan bertahan di Red Sparks atau pindah ke klub lain di luar Korea Selatan?
Dikutip dari media Korea, performa Megawati Hangestri di musim debutnya (2023-2024) begitu impresif.
Ia mencetak sejarah sebagai pemain asing Asia Quota pertama yang menjadi pilar utama Red Sparks.
Ia menempati peringkat empat dalam total poin, kedua dalam servis terbaik, dan sempat meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) dalam satu ronde. Tak hanya itu, musim ini pun ia semakin dominan.
Dari 31 pertandingan dan 124 set yang sudah dimainkan, Megawati Hangestri menempati peringkat tiga pencetak poin terbanyak dengan 764 poin.
Ia juga menjadi pemain dengan persentase serangan tertinggi (47,43%), serta mendominasi open attack (42,27%) dan back attack (49,74%).
Statistik ini membuatnya sejajar dengan pemain-pemain top V-League seperti Silva (GS Caltex), Victoria (IBK Altos), dan Moma (Hyundai Hillstate).
Pelatih Red Sparks, Koh Hee-jin, bahkan secara terbuka menyatakan bahwa Megawati adalah salah satu faktor utama kesuksesan tim musim ini.
Meski tampil gemilang, Megawati memilih tidak mendaftar dalam draft pemain asing V-League.
Keputusan ini memunculkan dua skenario besar, yakni bertahan di Red Sparks dengan kontrak baru sebagai pemain Asia Quota, atau meninggalkan V-League dan menerima tawaran dari liga lain.
Dengan absennya pendaftaran, Megawati tidak bisa pindah ke klub lain di Korea Selatan musim depan.
Namun, banyak klub dari Eropa, Jepang, hingga Amerika Serikat dikabarkan tertarik merekrutnya.
Regulasi gaji pemain asing di V-League juga menjadi faktor pertimbangan. Sebagai pemain Asia Quota, gajinya dibatasi maksimal USD 150.000 (Rp 2,43 miliar) per musim.
Jika ia memilih menjadi pemain asing reguler, gajinya bisa meningkat menjadi USD 250.000 (Rp 4,05 miliar). Namun, karena ia tidak mendaftar, opsi ini kini tertutup.
Keputusan terkait masa depan Megawati kemungkinan baru akan diumumkan setelah musim ini berakhir. Saat ini, fokusnya adalah membawa Red Sparks menjuarai playoff V-League.
Absennya Bukiric karena cedera semakin membuat Megawati menjadi ujung tombak utama Red Sparks.
Jika sukses membawa timnya juara, bukan tidak mungkin klub-klub besar dari Eropa atau Jepang semakin serius mengejarnya.
Apakah Megawati Hangestri akan tetap di Korea Selatan atau pindah ke liga yang lebih kompetitif? Keputusan besar ini akan menentukan masa depannya di dunia voli profesional. (dam)
Editor : Damianus Bram