RADARSOLO.COM – Nama Megawati Hangestri Pertiwi mencuat sebagai ikon utama Red Sparks di musim V-League 2024–2025.
Namun, di tengah sorotan dan pujian, Megawati menolak dianggap sebagai bintang tunggal.
Pemain asal Jember, Jawa Timur, itu justru menegaskan bahwa pencapaiannya adalah hasil kerja tim.
“Tidak ada pemain yang lebih besar dari tim. Semua yang saya lakukan untuk Red Sparks. Saya hanya ingin membayar kepercayaan tim ini,” tegas Megawati.
Dalam empat laga final melawan Heungkuk Pink Spiders, Megawati mencetak 116 poin dengan rasio keberhasilan serangan mencapai 44,39 persen, meski tampil dengan cedera lutut kanan. Penampilannya memukau.
Ia bahkan mendapat pujian langsung dari pelatih Red Sparks, Koh Hee-jin. "Megawati pemain besar yang akan dikenang dalam sejarah V-League," ujarnya.
Statistik Megawati memang impresif. Musim lalu, ia mencetak 736 poin. Musim ini, torehan poinnya melonjak menjadi 802 dan masuk jajaran tiga besar top skorer liga.
Ia juga memegang rekor tertinggi untuk persentase keberhasilan serangan: 48,06 persen.
Tak hanya di lapangan, pengaruh Megawati merambah ke dunia digital. Red Sparks kini memiliki lebih dari 40.200 pengikut di Instagram dan 33.800 subscriber di YouTube—angka yang jauh melampaui gabungan enam tim lain di V-League.
Berkat Megawati, Red Sparks menjelma menjadi klub favorit baru, khususnya di mata fans Indonesia.
Di mata rekan satu tim, Megawati lebih dari sekadar pemain asing. Ia memberi semangat, menjadi panutan, dan membangkitkan nasionalisme di kalangan suporter Tanah Air.
Bahkan, kapten tim Yeom Hye-seon sempat berseloroh, "Kalau bisa, saya ingin menyita paspornya Megawati dan langsung kontrak tiga musim lagi!"
Namun, Megawati tetap rendah hati. "Saya selalu ingat hari pertama datang ke klub ini. Sampai sekarang saya masih bersyukur diberi kesempatan memakai seragam Red Sparks," ucapnya.
Menjelang laga penentuan di partai kelima final V-League pada Selasa malam (8/4/2025), Megawati mengaku siap bertarung habis-habisan meski masih dibekap cedera.
"Musim ini sangat panjang. Saya main 36 laga di musim reguler, 3 di playoff lawan Hyundai Hillstate, dan 4 di final. Tapi saya akan bertahan sampai akhir dan berharap bisa angkat trofi."
Di tengah perjuangannya, Megawati mendapat dukungan emosional penuh dari sang kekasih, atlet nasional Dio Novandra, yang datang langsung ke Korea sejak 3 April untuk memberi semangat dari tribun.
Dengan kekuatan fisik yang tersisa, semangat dari para suporter, dan doa keluarga, Megawati Hangestri siap menulis sejarah.
Bukan hanya sejarah Red Sparks, tetapi juga sejarah V-League—sebagai pemain asing paling berdampak, yang menyatukan cinta dari dua bangsa. (dam)
Editor : Damianus Bram