RADARSOLO.COM – Satu langkah lagi menuju sejarah. Pelatih Red Sparks, Koh Hee-jin, menyuntikkan semangat tinggi kepada timnya jelang laga penentu juara V-League Korea Selatan 2024–2025 melawan Heungkuk Pink Spiders, Selasa (8/4/2025) malam di Samsan World Gymnasium, Incheon.
Dengan skor agregat 2-2 dalam seri best-of-five, laga kelima malam ini akan menjadi penentu siapa yang berhak meraih trofi juara.
Red Sparks yang sempat tertinggal 0-2 secara dramatis berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan.
“Malam ini saya ingin bermimpi yang indah,” ucap Koh Hee-jin, dikutip dari Sports Worldi, saat memotivasi para pemainnya sebelum laga hidup-mati ini.
Koh mengungkapkan bahwa kekuatan mental akan lebih penting daripada fisik dalam pertandingan seintens ini.
Ia meminta para pemain untuk bermain sepenuh hati, bukan hanya karena ambisi.
“Hari ini kami harus bermain dengan keyakinan bahwa mental akan mengalahkan fisik. Jangan bermain karena ambisi, tapi dengan hati yang benar-benar ingin menang. Kalau ambisi terlalu besar, ritme permainan bisa rusak,” jelasnya.
Menurut Koh, momentum yang diraih dari dua kemenangan sebelumnya menjadi modal penting. Ia percaya, jika Red Sparks bermain kompak dan tanpa beban, hasil terbaik bisa diraih.
“Di dua laga sebelumnya, saya lihat tim bersatu. Fokus mereka luar biasa, tidak ada yang menyalahkan satu sama lain. Hanya semangat untuk menang. Itulah kekuatan kami,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti kebersamaan tim sebagai faktor pembeda utama dari Pink Spiders.
“Kami tidak hanya bertanding melawan lawan, tapi bermain bersama sebagai satu tim. Itu yang membuat penonton ikut terharu,” kata Koh yang kini berusia 44 tahun.
Di sisi lain, pelatih Pink Spiders, Marcello Abbondanza, mengaku tetap tenang jelang laga final ini.
“Saya tidak merasa tegang. Kami sudah evaluasi banyak hal kecil, terutama soal pengambilan keputusan di momen-momen penting,” ujarnya.
Laga malam ini juga menjadi pertandingan terakhir Kim Yeon-koung, legenda voli Korea Selatan, yang akan pensiun usai pertandingan.
Namun, bagi Red Sparks dan Koh Hee-jin, ini adalah peluang emas mengakhiri penantian gelar selama 13 tahun.
Jika kata-kata Koh Hee-jin benar-benar menjadi kenyataan, maka malam ini bukan hanya menjadi akhir musim—tetapi juga awal dari sejarah baru bagi Red Sparks. (dam)
Editor : Damianus Bram