Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ramadhipa Cetak Sejarah, Veda Cedera: 2 Kisah Dramatis Pembalap Muda AHM di Sirkuit Eropa

Laila Zakiya • Rabu, 7 Mei 2025 | 01:16 WIB

 

Muhammad Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama, pembalap muda AHM.
Muhammad Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama, pembalap muda AHM.

RADARSOLO.COM – Terkadang sejarah tak tercipta dalam kemenangan mutlak. Ada air mata di podium dan ada darah di lintasan.

Dua pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa dan Veda Ega Pratama, menunjukkan bahwa mimpi anak bangsa bisa menggema di daratan Eropa—dengan kerja keras, determinasi, dan keberanian menghadapi risiko.

Pada Minggu (4/5), Ramadhipa mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di ajang European Talent Cup (ETC).

Berlaga di Sirkuit Estoril, Portugal, remaja 15 tahun itu finis ketiga di race pertamanya—dalam kondisi lintasan basah yang penuh tantangan.

“Saya bisa menguasai situasi dengan sangat bagus, meski sempat melakukan kesalahan dan keluar lintasan. Saya terus fokus, tidak melakukan kesalahan lagi, dan akhirnya berhasil meraih podium. Saya sampai menangis saat tiba di parc ferme karena tidak menyangka bisa dapat hasil sejauh ini setelah hasil tes di Valencia. Saya sangat senang dengan apa yang kami capai. Motivasi saya semakin kuat. Kami akan bekerja lebih keras untuk mendapatkan hasil bagus di Jerez beberapa pekan ke depan,” ujar Ramadhipa, dikutip dari keterangan resmi AHM.

Ramadhipa membalap bersama Honda Asia-Dream Junior Team.

Ia start dari posisi kelima dan sempat tercecer ke posisi keenam, namun berhasil menyalip lawannya di lintasan lurus terakhir dan mengunci posisi podium.

Sayangnya, kejayaan itu tak terulang di balapan kedua setelah Ramadhipa ditabrak pebalap lain dan gagal melanjutkan balapan.

Ia pulang dengan 16 poin dan bertengger di posisi ketujuh klasemen ETC.

Di kelas berbeda, Veda Ega Pratama—rekan satu pembinaan Ramadhipa dari Astra Honda Racing Team—juga menunjukkan performa luar biasa dalam balapan JuniorGP.

Baca Juga: 987 Calon Haji Asal Klaten Dibekali Makanan Khas Berupa Abon Sapi hingga Sambal Kacang untuk Dibawa ke Tanah Suci, Ini Pesan Bupati Hamenang

Start dari posisi ke-10, ia melesat ke posisi lima besar dan bahkan memimpin grup ketiga meski sempat terkena long lap penalty.

Namun perjuangannya terhenti saat mengalami kecelakaan highside di antara tikungan 11 dan 12.

Ia terjatuh dan bertabrakan dengan dua pebalap lain. Veda langsung dibawa ke Medical Centre dan didiagnosa mengalami retak kecil di tulang fibula dan pergelangan kaki kanan.

“Saya melakukan kesalahan di tikungan kedua terakhir dan mengalami highside. Saya rasa, ada pebalap yang sempat menyentuh kaki saya, tetapi saya baik-baik saja. Pada awal balap, saya berusaha keras untuk mengurangi jarak dengan pebalap di depan. Tapi saya sadar harus punya kontrol lebih baik lagi. Kami akan bertemu dokter di Barcelona untuk mengetahui apakah saya perlu menjalani operasi atau cukup beristirahat,” kata Veda, yang akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Barcelona.

Dua kisah ini bukan sekadar catatan olahraga, tapi narasi tentang mimpi yang diperjuangkan dengan nyawa.

Andy Wijaya, GM Marketing Planning and Analysis AHM, menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen mengawal perjalanan para pebalap muda ini dari tingkat regional hingga dunia.

“Kesuksesan Ramadhipa meraih podium dan performa impresif Veda menjadi bukti bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di level internasional,” tegas Andy.

Putaran selanjutnya ajang FIM JuniorGP akan digelar di Circuito de Jerez – Angel Nieto, Spanyol, pada 29 Juni – 1 Juli 2025.

Harapan kembali disematkan pada Ramadhipa dan Veda, dua anak bangsa yang kini bukan sekadar peserta, tapi juga simbol dari harapan motorsport Indonesia. (rls/lz)

 
Editor : Laila Zakiya
#veda ega pratama #Astra Motor Jateng #AHM #Muhammad Kiandra Ramadhipa