RADARSOLO.COM - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan usai performanya dinilai kurang maksimal saat memperkuat Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di Final Four Proliga 2025.
Tak tinggal diam, pevoli yang akrab dijuluki Megatron ini langsung merespons kritik tajam netizen dengan pernyataan tegas dan emosional.
Diketahui, Megawati baru bergabung memperkuat Petrokimia di seri Solo, yang merupakan putaran kedua final four.
Sebelumnya, atlet asal Jember itu absen di dua seri awal, yaitu di Semarang dan Kediri.
Sebab, dia masih menjalani pemulihan cedera usai membela tim Red Sparks di Liga Voli Korea Selatan.
Meski kondisinya belum sepenuhnya pulih dan minim persiapan, Megawati tetap berhasil menyumbangkan 17 poin dalam dua pertandingan, termasuk 16 poin saat melawan Jakarta Pertamina Enduro.
Namun, sebagian netizen justru melontarkan kritik tajam terhadap penampilannya.
Megawati Ngamuk
Melalui siaran langsung di akun TikTok-nya, Megawati akhirnya menyuarakan kekesalannya atas kritik yang dinilainya tidak adil dan tidak memperhitungkan kondisi fisik maupun mental yang ia hadapi.
"Punya otak gak kalian? Aku gak pernah latihan 20 hari, baru latihan sehari terus disuruh main bagus kayak di Korea Selatan yang latihan tiga bulan. Gak ada otak memang kalian," ucap Megawati.
Dia menambahkan, bagaimana mungkin dia yang latihan hanya sehari harus dituntut bermain apik seperti di Korea. Di mana jelas-jelas frekuensi latihannya saja berbeda.
"Aku latihan di Proliga cuma satu hari terus aku disuruh main kayak di Korea yang latihan tiga bulan. Kalu otak itu mikir, jangan menghujat," imbuh dia.
Megawati menekankan bahwa banyak pihak menuntut performa maksimal tanpa mengetahui perjuangan panjang yang ia jalani.
Termasuk saat bermain di liga Korea yang sangat kompetitif dan melelahkan.
"Meletup emosiku, makanya kalau menilai itu jangan setengah-setengah," tegas dia.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga meminta publik lebih bijak dan memahami bahwa atlet bukanlah robot.
Menurutnya, tekanan mental dan fisik selama tiga bulan terakhir sangat berat, terlebih dengan minimnya waktu persiapan jelang Proliga.
Menurutnya, tekanan mental dan fisik selama tiga bulan terakhir sangat berat, terlebih dengan minimnya waktu persiapan jelang Proliga.
"Emang kalian tahu perjuangan aku selama tiga bulan di Korea, nangis-nangis. Di Indonesia sehari suruh main lompatku setinggi langit, kalau aku pakai dukun itu baru bisa, ini aku normal," imbuh Megawati.
Di sisi lain, meski tidak bermain penuh, Megawati tetap masuk dalam daftar 20 besar pencetak poin terbanyak Proliga 2025.
Capaian ini cukup mencerminkan kontribusinya yang tetap signifikan meski hanya tampil sebagian waktu. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria