RADARSOLO.COM – Hasil positif diraih Persis Solo dalam training camp (TC) di Jogja. Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo– menekuk Malut United 2-1, di laga ekshibisi di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Rabu sore (23/7). Dua gol kemenangan Persis diborong bomber impor asal Jepang Kodai Tanaka.
Manager Persis Solo Dion Pratama mengaku banyak hal positif yang dipetik selama TC di Kota Gudeg. Termasuk dua kemenangan di laga ekshibisi. Sebelum meladeni Malut, Eky Taufik dkk menang tipis 1-0 atas PSIM Jogja.
“Alhamdulillah kami merampungkan training camp di Jogja selama enam hari. Dari hari ke hari terlihat ada peningkatan dan kekompakan tim. Kebersamaan tim juga bagus,” ucap Dion.
Setelah ekshibisi dengan sesama kontestan Super League, skuad asuhan Peter de Roo bergegas kembali ke Kota Bengawan, tadi malam. Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona menjelaskan, setelah ini akan diagendakan ziarah ke makam Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I atau Raden Mas Said.
Sayangnya, belum ditentukan jadwal ziarah ke Astana Mangadeg, Matesih, Karanganyar tersebut. Terkait ziarah ke makam Pangeran Sambernyawa (julukan Raden Mas Said), tradisi ini bukan sekadar seremonial.
Tercatat musim kompetisi 2022/2023, bond kebanggaan wong Solo ziarah sebelum kickoff. Musim lalu, ziarah baru dilakukan saat kompetisi sudah dimulai. Tepatnya pada November 2024. Bersamaan dengan perayaan ulang tahun klub ke-101.
“Ya (pasti ziarah ke makam KGPAA Mangkunegara I). Dijadwalkan setelah training camp dan friendly match,” hemat Bryan.
Sebagai catatan, Pangeran Sambernyawa merupakan julukan yang diberikan Nicolaas Hartingh selaku utusan gubernur VOC untuk Pantai Timur Jawa. Gelar tersebut diberikan atas kiprahnya yang nyaris tak pernah kalah dalam pertempuran. Hal itu dijelaskan oleh pemerhati budaya asal Kota Solo Tundjung W. Sutirto.
“Raden Mas Said nyaris tidak pernah kalah dan selalu membawa kemenangan. Sehingga julukan Sambernyawa itu digunakan untuk klub Persis Solo juga. Tentu dengan mengambil julukan Sambernyawa, diharapkan menjadi spirit kesebelasan milik Kota Solo di kancak sepak bola tanah air,” ucap Tundjung.
Menurut Tundjung, penggunaan julukan historis semacam ini sah-sah saja di dunia sepak bola. Bahkan menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan pahlawan nasional yang tertanam pada sosok KGPAA Mangkunegara I.
“PSIS Semarang juga sama. Mereka pakai julukan Laskar Mahesa Jenar. Tokoh legenda. Sosok mantan prajurit Kasultanan Demak dalam upaya mencari pusaka kerajaan, yakni keris Nagasasra dan Sabukinten,” urai Tundjung. (nis/fer)
Editor : fery ardi susanto