RADARSOLO.COM- Ratusan penggemar olahraga beladiri berkumpul di arena Keprukan 2025 yang digelar di markas Yonif Raider 408 Boyolali.
Sebanyak 200 peserta dari berbagai penjuru Indonesia bertarung memperebutkan medali dan hadiah jutaan rupiah dalam turnamen yang berlangsung pada 2-3 Agustus 2025.
Ketua Panitia Keprukan Samuel Alden Natan mengungkapkan, turnamen ini diadakan untuk menjaring bibit atlet boxing dan muay thai, khususnya di Boyolali.
“Karena memang tujuannya untuk mewadahi bakat atlet, maupun penyuka adu jotos, siapapun bisa ikut,” jelasnya, Minggu (3/8/2025).
Turnamen ini juga bertujuan mengurangi maraknya kenakalan remaja seperti klitih dan tawuran.
“Tidak harus ikut camp, bisa dari perorangan, perguruan silat, bahkan komunitas suporter. Bersyukur juga antusiasnya sangat tinggi,” ucap Alden.
Berbeda dengan boxing dan muay thai pada umumnya, Alden menjelaskan, turnamen Keprukan memiliki peraturan tersendiri dan dibagi menjadi dua kategori perlombaan: Jawara dan Pendekar.
“Untuk Jawara itu mirip boxing, hanya pukulan. Sedangkan yang Pendekar menggunakan pukulan serta tendangan, jadi mirip Muay Thai,” jelas Alden.
Perlombaan dibagi berdasarkan bobot, di antaranya: 30-35 kg, 45-50 kg, 55-60 kg, hingga 85-100 kg.
“Tidak hanya dari Boyolali, mulai dari seluruh Jawa Tengah sampai Kalimantan hingga Sulawesi ikut, tetapi kita utamakan dari Boyolali,” tambah Alden.
Turnamen Keprukan berlangsung selama dua hari, dari 2-3 Agustus 2025, dengan sistem knock-out di mana pemenang langsung menjadi juara.
Baca Juga: Disdikbud Boyolali Warning Sekolah Terkait Pengadaan LKS dan Seragam, Ini Isinya
Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri 408/Boyolali Letkol Infanteri Afdhal mendukung penuh turnamen ini.
“Semoga menjadi inspirasi generasi penerus bangsa yang tangguh, berprestasi, dan menjadi semangat kebangsaan serta mencintai olahraga, karena bertepatan dengan HUT RI juga,” ucapnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono