RADARSOLO.COM – Laga panas di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (9/8) malam, berakhir manis bagi Persis Solo. Dalam duel yang diwarnai tiga gol, kartu merah, dan intervensi VAR, skuad Peter de Roo menekuk Madura United 1-2 (0-1).
Sejak kick-off, duel antara Madura United dan Persis Solo berlangsung ketat. Sebagai tuan rumah, Laskar Sape Kerrab -sebutan Madura United- enggan dipecundangi tamunya. Beruntungnya, Xandro Scheck dan Cleylton tampil cukup solid di lini belakang, mematahkan beberapa serangan tuan rumah.
Persis juga tak mau mengalah untuk merebut poin absolut perdananya di Super League 2025/2026. Malam ini, anak asuh Peter de Roo membuka peluang pada menit ke-10 lewat kombinasi Kodai Tanaka, Giovani Numberi, dan Ikhwan Tanamal. Sayang, tembakan Ikhwan masih jauh dari sasaran.
Menit ke-12, tuan rumah sempat memberikan ancaman. Balotelli sempat berhadapan langsung dengan kiper Persis, Muhammad Riyandi. Tapi, bola membentur kaki sang kiper dan nyatanya penyerang Madura United itu terperangkap offside.
Pertarungan berlanjut. Kapten Laskar Sambernyawa, Sho Yamamoto tampak sangat aktif melakukan penetrasi ke kotak penalti. Pergerakannya cukup merepotkan lawan hingga memaksa Valeriy Gryshyn diganjar kartu kuning setelah menjegalnya (23').
Lima menit berselang, Valeriy mendapatkan kesempatan emas bagi tuan rumah. Tapi, sepakannya masih melebar di sisi kanan gawang Laskar Sambernyawa.
Gol yang ditunggu-tunggu publik pecinta Persis Solo akhirnya tiba. Menit ke-32, Giovani Number mengirimkan umpan ke Kodai Tanaka. Melihat Sho di depan gawang, penyerang asal Jepang itu menyodorkan crossing manis ke Sho. Sundulan Sho pun tak mampu diatasi oleh Miswar. Skor 0-1 untuk Persis Solo.
Di akhir babak pertama, tuan ruman mencoba menyamakan kedudukan. Umpan mantan penggawa Persis, Fransiskus Alesandro kepada Iran Junior di menit ke-41 gagal dikonversikan menjadi gol. Skor tetap 0-1 untuk Persis hingga akhir babak pertama.
Usai turun minum, duel panas kembali tersaji di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Menit ke-57, Kodai Tanaka hampir menggandakan keunggulan Persis. Sayang, sepakan penyerang asal Jepang itu masih belum tepat sasaran.
Satu menit berselang, Kodai akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-60. Dari sudut sempit, dia melepaskan tembakan datar keras yang tak mampu diatasi Miswar. Gol tersebut sempat dianulir imbas offside, namun wasit mengesahkannya usai mengecek VAR. Persis unggul 0-2.
Lagi-lagi Kodai merepotkan. Setelah mendapat umpan dari Arapenta, namun tendangan ke arah sisi kiri bawah gawang tersebut berhasil ditepis kiper Madura.
Madura memperkecil ketertinggalan lewat Karim Palic (71’), memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas Lulinha. VAR kembali memeriksa, tetapi gol disahkan.
Drama memuncak pada menit ke-78 saat Sho menerima kartu kuning, lalu merah, sebelum tertatih meninggalkan lapangan. Madura terus menekan, namun peluang emas Aji Kusuma digagalkan Riyandi. Peluit panjang memastikan kemenangan pertama Persis di Super League 2025/2026.
Head Coach Persis Solo Peter de Roo mengatakan, anak asuhnya pantas mendapatkan hasil positif ini. Bukan hal yang mudah, mengingat Madura juga tampil merepotkan bond kebanggaan wong Solo.
"Pemain juga berusaha untuk mempertahankan penguasaan bola. Seharusnya kami juga bisa unggul lebih. Namun, kartu merah tadi juga cukup berpengaruh pada jalannya pertandingan. Ada beberapa hal yang menjadi sebuah masalah karena kesalahan kita sendiri," ucap Peter.
Setali tiga uang, bek Persis Xandro menuturkan hasilnya memang menyenangkan. Namun, ada beberapa hal yang menjadi sorotannya.
"Kartu merah cukup berpengaruh di jalan pertandingan, tetapi kita bisa terus berjuang hingga akhir," lanjutnya. (nis/bun)
Editor : Kabun Triyatno