Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Galakkan Sport Tourism Sepanjang Gelaran ASBC 2025, Peserta dari Luar Negeri Siap Keliling Kota Solo Naik Kereta

Mannisa Elfira • Senin, 25 Agustus 2025 | 19:38 WIB
MERIAH: Opening ceremony ASBC 2025 di salah satu hotel di Kota Solo, Minggu (24/8) malam.
MERIAH: Opening ceremony ASBC 2025 di salah satu hotel di Kota Solo, Minggu (24/8) malam.

RADARSOLO.COM - Pengembangan status Kota Solo dalam sport tourism kembali digalakkan. Gelaran 9th Asian Schools Basketball Championships (ASBC) 2025 jadi pembuktian.

Bukan hanya menyuguhkan adu skill di lapangan, tapi juga jadi momentum memperkenalkan potensi wisata Kota Solo ke level internasional.

Turnamen student athlete ini diikuti tujuh negara, yang bakal berlangsung mulai 24-31 Agustus mendatang. Di penghujung turnamen, para peserta dijadwalkan mengikuti culture visit. Berkeliling sentra wisata dan mengenal budaya Kota Bengawan menggunakan kereta.

Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Sri Wahyuni menegaskan, gelaran ASBC 2025 di Kota Solo diharapkan memberi multiplier effect yang luas. Bukan hanya melahirkan prestasi, namun juga menggerakkan ekosistem industri olahraga di Tanah Air.

"Olahraga ke depan tidak hanya bicara soal prestasi. Melainkan juga industri yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat kita," ucap Sri Wahyuni pada opening ceremony ASBC 2025, Minggu (24/8) malam.

Culture visit yang disiapkan Kota Bengawan juga mendapatkan apresiasi tinggi dari Sri Wahyuni.

Menurutnya, sport tourism yang dikemas dalam ajang ini bakal menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta. Terlebih, mayoritas yang hadir adalah generasi muda yang akrab dengan media sosial.

"Pesertanya anak sekolah semua, mereka punya medsos. Ketika berfoto di satu titik dan diposting, pasti teman-temannya fomo (fear of missing out). Ini akan menarik wisatawan dan bakal berkelanjutan. Awalnya mungkin Solo, tapi selanjutnya bisa merembet ke kota lain," sambungnya.

Di samping itu, Ketua Panitia ASBC 2025 Luhur Dewanthono menegaskan bahwa ajang ini tidak semata-mata soal kompetisi dan prestasi. Solidaritas dan friendship antar pelajar Asia juga menjadi perhatian utama dari penyelenggaraan turnamen.

"Di sini, kami berterima kasih sekali kepada Pak Wali atas segala supportnya, kami bisa melaksanakan di dua venue terpisah. Yakni Sritex dan sekaligus di venue terbarunya Solo yang sangat canggih dan mewah (GOR Indoor Manahan), kami sudah kesana bersama mas Gibran juga," ucapnya.

"Kami diperbolehkan untuk ikut mencoba, sehingga teman-teman pelajar seluruh Asia bisa merasakan atmosfer venue internasional, yang digunakan basket professional di Indonesia," lanjut Luhur.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyambut hangat kedatangan seluruh elemen ASBC 2025. Ajang ini dinilai membawa berkah ekonomi. Tercatat 300–400 orang, termasuk ofisial dan keluarga delegasi berbondong-bondong hadir di Solo.

"Terima kasih kepada Kemenpora yang mempercayai Kota Solo sebagai tuan rumah. Jelas membantu pertumbuhan ekonomi, pelaku wisata saya ajak untuk meramaikan dan mempromosikan. Mumpung banyak wisatawan dari mancanegara," ujar Respati.

Turnamen ini juga diharapkan bisa memotivasi student athlete di Kota Bengawan yang gemar memainkan basket. Seperti diketahui, Kota Solo punya wadah kompetisi tersendiri, seperti Liga Solo.

"Ini ekosistem yang sudah terjalin di Kota Solo. Sudah ada Liga Solo yang diisi anak-anak SMA, ini menjadi salah satu impian mereka. Supaya bisa masuk ke dunia profesional dan ke ajang internasional. Harapan saya, gelaran ini bisa terus memotivasi," pungkas Respati. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#manahan #bola basket #Kejuaraan #asian #sritex arena