RADARSOLO.COM – Dunia olahraga di Kota Solo berduka. Pelatih senior basket SMA Muhammadiyah 1 Solo, Tugimin, yang akrab disapa Mbah Min, meninggal dunia.
Kabar kepergian Mbah Min mengejutkan banyak pihak, terutama para insan basket yang mengenal dedikasinya.
Klub basket Kesatria Bengawan Solo turut menyampaikan duka cita melalui akun resmi mereka.
"Segenap keluarga besar #KesatriaBengawanSolo turut berduka cita atas berpulangnya Coach Tugimin. Semoga amal ibadah beliau diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," tulis mereka pada 3 September 2025 di akun Instagramnya (@kesatriabengawanSolo).
Tidak ketinggalan, klub Bhinneka Solo juga menyampaikan bela sungkawa melalui Instagram (@basketbhinneka).
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Tugimin. Kepergian beliau tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh insan basket di Kota Solo," tulis Bhinneka.
Bhinneka mengakui bahwa sumbangsih Mbah Min memang tak perlu diragukan lagi.
"Sebagai seorang pelatih senior dan panutan, dedikasi beliau dalam membina dan melahirkan talenta-talenta muda tak terhitung jumlahnya. Semoga amal baik beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Selamat jalan, Coach Min" pungkas Bhinneka.
Mbah Min dikenal sebagai salah satu legenda basket di Solo. Namanya tidak bisa dipisahkan dari Lapangan Basket SMPN 26 Solo, yang menjadi saksi perjalanan kariernya sejak tahun 1970-an.
"Ini (lapangan basket SMPN 26 Solo) paling tua sejarahnya di Solo. Saya juga belajar di sini. Dulu ini lapangan sekolah Chinese," ungkap Mbah Min beberapa waktu lalu kepada Jawa Pos Radar Solo.
Mbah Min memulai kiprahnya sebagai pemain basket Kota Solo dan sempat turun di ajang Pekan Olahraga Provinsi. Pada masa jayanya, ia bermain untuk klub Sparta, yang menjadi rival ketat Bhinneka Solo dalam pembinaan pemain dan persaingan turnamen lokal.
Selain berprestasi sebagai pemain, Tugimin juga dikenal sebagai pelatih ulung.
Ia terakhir mengasuh SMA Muhammadiyah 1 Solo, aktif menyiapkan tim untuk ajang DBL hingga Liga Solo. Sebelumnya, Mbah Min juga pernah membina generasi muda di SMPN 26 Solo pada kompetisi JRBL.
Karena dedikasinya yang cukup besar untuk perbolabasketan di Kota Solo, dia sempat mendapat penghargaan dari Perbasi pusat.
Kepergian Mbah Min meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, murid, dan seluruh komunitas basket di Solo. Dedikasi dan jasanya dalam membina atlet muda akan selalu dikenang. (nik)
Editor : Niko auglandy