RADARSOLO.COM - Empat pembalap harus menanggung hukuman ekstra saat balapan utama seri ke-15 MotoGP Catalunya 2025 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (7/9/2025).
Jumlah pelanggaran cukup tinggi, membuat beberapa rider menghadapi konsekuensi akibat kesalahan di lintasan.
Pembalap penguji Aprilia, Lorenzo Savadori, menjadi yang pertama dikenai penalti.
Ia masih memiliki utang dua Long Lap Penalty setelah terjatuh saat bendera kuning di MotoGP Jerman pertengahan Juli lalu.
Selanjutnya, Joan Mir dari Honda HRC Castrol harus turun tiga posisi start karena dianggap menghalangi jalur Jorge Martin (Aprilia Racing) pada sesi kualifikasi 1, Sabtu (6/9/2025).
Baca Juga: Jadwal MotoGP Catalunya 2025: Akhir Pekan Penting, Marc Marquez Dekatkan Diri ke Gelar Dunia
Meski di balapan Sprint ia start dari posisi ke-20, pada balapan utama Mir akan memulai dari posisi ke-23.
Franco Morbidelli juga termasuk pembalap yang berulang kali melakukan pelanggaran.
Di seri pertama Thailand, ia mendapat penalti turun tiga posisi karena menghalangi Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) saat sesi latihan.
Musim lalu, Morbidelli terlibat dalam empat insiden, dua di antaranya berujung penalti karena menabrak Marco Bezzecchi di Inggris dan Fabio Quartararo di Thailand.
Morbidelli juga pernah menerima "pukulan" harfiah dari Aleix Espargaro setelah aksi salip menyalip agresif di MotoGP Qatar 2023.
Reputasinya sebagai pembalap teledor pun makin melekat, termasuk penalti ganda di MotoGP Malaysia 2022.
Pembalap debutan Fermin Aldeguer dari BK8 Gresini Racing juga kembali melakukan kesalahan.
Ia terjatuh saat menyalip Marco Bezzecchi, membuat Bezzecchi gagal finis.
Beruntung, Bezzecchi hanya mengalami memar pada tangannya.
Aldeguer sendiri bukan pelanggar baru; di GP Argentina, ia pernah jatuh dan menyeret Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha) keluar lintasan, yang menyebabkan Oliveira cedera bahu hingga absen tiga seri dan akhirnya digantikan Toprak Razgatlioglu.
Hukuman Aldeguer kali ini tetap penalti Long Lap Penalty.
Kejadian ini menunjukkan bahwa meski sudah berpengalaman, beberapa pembalap tetap harus menghadapi konsekuensi karena kesalahan di lintasan.(np)
Editor : Nur Pramudito