RADARSOLO.COM – Pagi ini, Jalan Slamet Riyadi disulap menjadi lintasan ribuan pelari dalam ajang Car Free Day (CFD) sekaligus Bank Jateng Friendship Run Borobudur Marathon 2025, Minggu pagi (14/9/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang promosi gaya hidup sehat sekaligus sport tourism di Kota Bengawan.
Acara kali ini terasa berbeda karena ribuan peserta, mulai pelajar, pekerja, hingga komunitas lari, tumpah ruah menyemarakkan kawasan CFD. Semua berlari dalam semangat yang sama: sehat, bahagia, dan kompak bersama.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno hadir dan ikut berlari. Dia menyampaikan pesan gaya hidup sehat secara langsung.
“Kami ingin mempromosikan kepada masyarakat Jawa Tengah pola hidup sehat melalui olahraga. Jadi saya sering menyampaikan ke teman-teman, punya kartu BPJS tidak usah digunakan. Karena kalau digunakan berarti sakit,” ujar Sumarno setelah menyelesaikan larinya.
Lebih jauh, Sumarno menekankan olahraga dan sport tourism tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga berdampak positif pada perekonomian lokal.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah banyak ditopang sektor konsumsi. Jika ingin meningkat, kita harus mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah. Mereka akan tidur, makan, belanja UMKM, dan otomatis konsumsi meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi Jateng ikut naik,” jelasnya.
Wali Kota Solo Respati Ardi, juga turut hadir dan ikut berlari. Sebelum flag off, Respati menyapa peserta.
“Semoga bisa lari dengan happy. Pace mungkin tidak penting, tapi kebersamaan yang penting. Enjoy Solo,” ujarnya.
Pace yang dimaksud adalah metrik untuk mengukur kecepatan berlari, namun tujuan utama acara ini adalah menjalin silaturahmi dan kebersamaan antar peserta.
Salah seorang peserta, Rizkita Dian, warga Surabaya yang kini berdomisili di Solo, mengaku senang event ini diadakan di Kota Bengawan.
“Ini saya sudah ketiga kalinya ikut. Dua tahun lalu di Jogja, sekarang di Solo, jadi lebih dekat. Lumayan rame ya, seru juga,” ujarnya.
Dengan semangat sehat dan kebersamaan, ajang lari pagi ini sekaligus menjadi promosi wisata dan mendongkrak sport tourism di Jawa Tengah, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy