RADARSOLO.COM - Tensi panas langsung terasa sejak tipoff pertama Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Central Java-South di Sritex Arena, Selasa (16/9/2025). Laga antara tim basket putra SMA Negeri 1 Klaten kontra SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta berlangsung ketat sejak detik awal. Kedua tim saling berbalas poin, tak ada yang benar-benar bisa menjauh.
Kuarter pertama ditutup dengan keunggulan tipis SMAN 1 Klaten, hanya setengah bola, 9-8. Pangudi Luhur tak mau ketinggalan, terus menempel ketat hingga jeda babak pertama. Skor 19-15 menjadi bukti betapa duel ini berlangsung penuh tensi.
Memasuki kuarter ketiga, anak-anak Klaten mencoba mengunci tempo. Mereka masih unggul 22-17.
Namun, bukannya mulus, di kuarter pamungkas justru situasi berubah tegang. Santo Yosef bangkit, menekan habis-habisan, hingga membuat suporter Klaten tak bisa duduk tenang. Keunggulan yang sempat nyaman hampir buyar.
Drama akhirnya pecah di detik-detik akhir. Dengan segala tenaga yang tersisa, Dedi Waker dan kawan-kawan berhasil menjaga asa. SMAN 1 Klaten menang tipis 29-25.
Pelatih kepala SMAN 1 Klaten FX Risang Anugrah Gusti, mengaku kemenangan ini datang di luar ekspektasi. Sebab, banyak kendala yang mereka hadapi sejak sebelum DBL dimulai.
"Hanya saja, saya serahkan semua dengan Tuhan dan puji Tuhan, Tuhan kasih anak-anak otak yang encer lah untuk hari ini dan mainnya juga cukup bagus," ucap Risang kepada Jawa Pos Radar Solo.
Baca Juga: Asteroid Usung Tema Fluttershy di Azarine DBL Dance Competition
Meski lega dengan hasil akhir, Risang tidak menutup mata terhadap kelemahan anak didiknya.
"Saya kecewa dengan anak-anak, terkadang mereka ketika udah unggul banyak. Mereka hilang fokus dan tadi kan sempet kekejar. Tapi ya puji Tuhan anak-anak mampu bertahan dan bisa dapet menang," tuturnya.
Bagi Risang, kunci utama tetap ada di pertahanan. Sejak awal ia sudah menekankan bahwa defense adalah napas utama dalam basket.
"Saya dari tadi sudah menekankan kepada anak-anak sepertinya kuncinya adalah defense. Saya selalu mengutip untuk anak-anak: ketika kamu ingin menjadi seorang juara, kamu harus menjadi best defender in town. Tapi tadi anak-anak hilang fokus makanya beberapa kali defense lepas, lalu kena second chance point," jelasnya.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum laga berikutnya, Kamis (18/9) mendatang. Jeda sehari akan dimaksimalkan untuk latihan sekaligus mengurus persoalan izin beberapa pemain kelas XII yang masih terbentur restu orang tua.
"Karena kebanyakan kelas 3 (XII SMA), saya akan mencoba untuk negosiasi. Yang terpenting anak-anak ini di event terakhirnya, ibarat kata last dance bisa menikmati event ini," lanjutnya.
SMAN 1 Klaten sendiri bukan tim instan. Mereka sudah berproses sejak 2023, mencicipi banyak kompetisi lokal seperti Boyolali Cup dan Liga Solo.
"Boyolali Cup kita langsung juara 2, masuk Liga Solo Divisi 2 kemarin runner up. Lalu kemarin kita nggak pernah latihan di Liga Solo Divisi 1, turun lagi ke Divisi 2. Baru kemarin kita mulai latihan pelan-pelan, jadi mungkin ya hasil dari anak-anak latihan lah," kenang Risang.
Dengan semangat itu, SMAN 1 Klaten kini siap melangkah lebih jauh. Drama dramatis lawan Pangudi Luhur jadi bukti: mereka belum habis, dan mereka layak diperhitungkan. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy