RADARSOLO.COM – Honda DBL with Kopi Good Day Central Java Series-South jadi ajang eksistensi pelajar di Solo Raya. Bukan hanya persaingan tim basketnya yang memanas, di atas tribun juga suporter menunjukkan eksistensi, kreativitas dan loyalitasnya dalam mendukung tim sekolah kebanggaannya.
Beberapa suporter dari berbagai sekolah mulai unjuk aksi, koreografi ciamik mereka bentangkan.
Hari pertama suporter dari SMA Muhammadiyah 1 Surakarta, hingga SMAN 1 Surakarta, SMA Batik 1 Surakarta, SMAN 3 Surakarta, SMA PL Santo Yosef unjuk gigi, dengan koreonya yang menggetarkan Sritex Arena.
Hari kedua sekolah lainnya enggan melewatkan kemeriahan event ini. Sebuah koreografi raksasa terpampang di tribun Sritex Arena saat SMAN 5 Surakarta melawan SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta, Rabu (17/9).
Koreo megah tersebut dipersembahkan oleh tim suporter SMAN 5 Surakarta, Ultras Smaliska.
Dari balik kain raksasa yang digelar Ultras Smaliska, muncul gambar singa bertubuh kekar dengan rantai besi yang terputus.
Ototnya menonjol, mulutnya tampak mengaum, seolah ingin membakar semangat di seisi Sritex Arena.
Koreo tersebut dibentangkan oleh Ultras Smaliska pada kuarter ketiga. Dengan harapan, dapat memompa dan membakar kembali semangat para pemainnya.
"Koreo ini menggambarkan singa yang lepas dari penjara. Soalnya kan dari Ultras Smaliska sudah tidak keluar 2 tahunan," ucap Ketua Divisi Kreatif Ultras Smaliska Samuel Phatmos Natanael kepada Jawa Pos Radar Solo.
Menariknya lagi, di dada singa tersebut terpampang angka 1955. Yang mana merujuk pada tahun berdirinya sekolah yang mereka dukung. Logo SMAN 5 Surakarta juga terlihat jelas lewat logo yang dicetak di sudut atas koreo.
"1955 itu tahun berdirinya sekolah kami. Identitas kami lebih ke warna hijau, kalau mayoritas coklat itu lebih ke warna tembok saja," jelas Ketua Ultras Smaliska Elvin Kybdra Juanito Hutapea.
Mengagumkannya lagi, mereka hanya mempersiapkan koreo megah ini selama sebulan.
Semua dikerjakan di sekolah mereka. Meski waktunya mepet, mereka berhasil menuntaskan koreo ini untuk mendukung tim kebanggaannya.
"Kami mempersiapkannya sebulan lalu. Memang mepet sih. Tapi kuncinya kami solid," tuturnya.
Elvin menambahkan, sebanyak 500-an pelajar SMAN 5 Surakarta dikerahkan langsung ke Sritex Arena.
Berbondong-bondong untuk menyuntikkan semangat. Bukan hanya dari koreo, melainkan juga dari sorakan. Sepanjang pertandingan, dentuman drum dan nyanyian mereka tak pernah berhenti.
Namun sayangnya, tim basket putra kebanggaan mereka harus menyerah atas SMA PNK Surakarta dengan skor 48-16. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy