Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Thailand Juara, Tapi Indonesia Pamer Semangat Juang di Para Fencing 2025

Mannisa Elfira • Sabtu, 20 September 2025 | 03:00 WIB
kejuaraan Para Fencing 2025 yang digelar di GOR Indoor Manahan.
kejuaraan Para Fencing 2025 yang digelar di GOR Indoor Manahan.

RADARSOLO.COM - Indonesia pulang tanpa medali dari Para Fencing World Cup 2025, namun penampilan 10 atlet anggar kursi roda di GOR Indoor Manahan menegaskan kebangkitan cabang olahraga ini setelah beberapa tahun mati suri.

Sri Lestari dan kawan-kawan memang belum mampu menembus babak semifinal. Langkah mereka terhenti di babak 8 besar hingga 16 besar. Meski begitu, kehadiran kontingen Indonesia di arena internasional menjadi bukti bahwa anggar kursi roda Tanah Air belum kehilangan potensinya.

Wasekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto, menegaskan bahwa ajang ini lebih dimaksudkan sebagai pembelajaran ketimbang target prestasi muluk.

"Dari ajang ini para atlet sudah mengetahui kualitas atlet juara Paralimpiade. Mudah-mudahan ke depannya ada atlet kita yang bisa meraih prestasi di level Asia Tenggara, lalu Asia, dan semoga bisa berpartisipasi di Paralimpiade Los Angeles 2028," ujar Rima.

Kejuaraan yang diikuti 17 negara ini dimenangkan Thailand sebagai juara umum, menggeser Hong Kong setelah menambah dua medali emas di hari terakhir turnamen, Kamis (18/9).

"Thailand menjadi juara, seperti yang kami perkirakan. Di Paralimpiade Paris mereka meraih tiga medali emas, jadi kemenangan mereka tidak mengejutkan," jelas Rima.

Thailand menutup kejuaraan dengan 4 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Posisi kedua ditempati Hong Kong dengan 3 emas dan 6 perunggu, sementara Korea Selatan berada di urutan ketiga dengan 2 emas, 2 perak, dan 6 perunggu.

Pelatih kontingen Thailand, Nunta Chantasuvannasin, menyatakan puas dengan hasil kejuaraan dan mengapresiasi penyelenggaraan turnamen di Indonesia.

"Terima kasih kepada Indonesia yang telah menyelenggarakan turnamen ini. Venue-nya bagus, fasilitas lengkap, dan kami juga mendapatkan makanan, minuman, serta camilan," kata Nunta.

Lebih lanjut, Thailand menyatakan siap mendukung perkembangan anggar kursi roda Indonesia, yang sempat vakum lebih dari enam tahun.

"Saya berharap Indonesia memiliki lebih banyak atlet kursi roda. Kami dari Thailand akan memberikan dukungan penuh, mungkin kita bisa latihan bersama di masa depan," tambahnya. (nis/nik)

Klasemen Akhir Perolehan Medali Para Fencing World Cup 2025

  1. Thailand (4 Emas, 3 Perak, 4 Perunggu) 
  2. Hong Kong (3 Emas, 6 Perunggu) 
  3. Korea Selatan (2 Emas, 2 Perak, 6 Perunggu) 
  4. Jepang (2 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu) 
  5. Georgia (1 Emas, 3 Perak, 2 Perunggu) 
  6. Perancis (1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu) 
  7. Irak (1 Emas) 
  8. Latvia (1 Emas) 
  9. Jerman (2 Perak, 1 Perunggu
  10. Britania Raya (2 Perak, 1 Perunggu) 
  11. Spanyol (1 Perak, 1 Perunggu) 
  12. Polandia (2 Perunggu) 
  13. India (1 Perunggu) 
  14. Indonesia (Tak dapat medali) 
  15. Australia  (Tak dapat medali) 
  16. Argentina  (Tak dapat medali) 
  17. Amerika Serikat  (Tak dapat medali) 

 

Editor : Niko auglandy
#NPC Indonesia #anggar #Para Fencing World Cup 2025