Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dari Karate Akhirnya Cinta ke Basket, Inilah Cerita Nabila Carissa Ramadhani, Bintang SMA PNK Surakarta di Honda DBL With Kopi Good Day, Solo

Mannisa Elfira • Minggu, 21 September 2025 | 03:34 WIB
BERPRESTASI: Nabila Carissa Ramadhani saat bermain dengan SMA PNK Surakarta di Sritex Arena.
BERPRESTASI: Nabila Carissa Ramadhani saat bermain dengan SMA PNK Surakarta di Sritex Arena.

RADARSOLO.COM - Dari tatami ke tengah arena, begitulah perjalanan Nabila Carissa Ramadhani. Roster SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta ini meninggalkan sabuk karate untuk menggenggam dan men-dribble bola basket yang juga digandrunginya.

Kini, bukan kuda-kuda ataupun jurus tendangan yang dia suguhkan. Melainkan tembakan-tembakan akurat yang membuatnya menjadi top scorer tim kala mengalahkan SMAN 7 Surakarta 51-2 dalam lanjutan Honda Developmental Basketball League (DBL) with Kopi Good Day 2025 Central Java Series–South di Sritex Arena, Sabtu (20/9).

Ya, remaja berusia 16 tahun itu mencetak 20 poin, 7 rebound, 3 assist, dan 11 steal

Sebelumnya, Carissa -sapaan akrabnya- juga menyumbang poin tertinggi di pertandingan perdana PNK kontra SMAN 2 Kebumen. Dia menorehkan 12 poin, 8 rebound, dan 1 assist.

"Sebenarnya aku kenal basket itu waktu SMP. Sebelum basket, aku karate dulu. Karena aku bosan, terus diarahkan sama papa buat main basket. Papa dulu juga pebasket. Terus main basket lah, terus baru beneran nekunin basket tuh pas mulai masuk SMA," beber Carissa kepada Jawa Pos Radar Solo usai laga.

Menurutnya, perbedaan paling mencolok antara karate dan basket ada di mental. Kalau karate lebih ke individual, jadi semua beban ditanggung sendiri. Sedangkan basket, beban ditanggung bareng-bareng. Antarroster juga bisa saling menguatkan.

"Tapi dalam basket paling sulit itu juga ningkatin pede (percaya diri). Kalau tidak pede, mainnya tidak akan maksimal. Istilahnya tidak bisa mengeluarkan skill yang sudah kami latih selama latihan," sebutnya.

Menariknya, Carissa punya ritual kecil sebelum turun ke lapangan. Hal pertama yang dilakukan pastinya berdoa, lalu makan makanan manis seperti, cokelat. Tak lupa juga mengonsumsi protein bar supaya perut tak kelaparan.

"Terus abis itu dengerin musik, lalu vibing bareng sama teman-teman. Biasanya lagu Thailand. Terus, lagu yang timur-timur gitu, kayak Tabola Bale. Banyak lah, banyak kayak gitu-gitu deh, pokoknya yang bisa ningkatin semangat tim," lanjutnya.

Jadi jangan heran jika di dua laga awal, chemistry roster PNK terlihat solid. Carissa pun mengaku bahagia dengan performanya dan rekan-rekan di lapangan pada pertandingan kedua.

"Pertandingan hari ini tuh seru banget, semuanya bisa kompak, chemistry-nya dapet, akhirnya kita bisa main secara bagus lah buat hari ini," ucapnya.

Ini merupakan tahun kedua Carissa turun di kompetisi basket student athlete terbesar di Indonesia. Berbeda saat debut, kini Carissa lebih enjoy untuk melakoni pertandingan.

Kini, fokus Carissa dan tim beralih ke Fantastic Four. Targetnya jelas, sapu bersih dan menembus final.

"Habis ini kan Fantastic Four atau semifinal, kami harus menang, terus aja kita ke final agar bisa back-to-back champion lagi," harapnya. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#bola basket #SMA PNK Surakarta #Nabila Carissa Ramadhani