RADARSOLO.COM – Aura panggung megah Freddie Mercury, vokalis legendaris Queen, terasa membius di tengah Sritex Arena, Sabtu (20/9). Kisah perjalanan sang ikon musik dunia dibuka kembali lewat penampilan memukau Infinite Dance Crew dari SMA Regina Pacis Surakarta dalam Azarine DBL Dance Competition.
Belasan stand mic emas berdiri tegak di arena, menciptakan suasana bak konser sungguhan. Di belakangnya, backdrop animasi dengan kacamata besar menambah kesan atraktif sekaligus mempertegas tema.
“Tema DBL kan Shine Like a Star. Nah, kami mengimplementasikan itu melalui kisah perjalanan karier Freddie Mercury dari Queen,” ujar Szvetlana Gizcha Abigail Ngili, kapten Infinite Dance Crew, kepada Jawa Pos Radar Solo.
Menurut Szvetlana, sosok Freddie bukan hanya ikon musik, melainkan simbol keberanian yang menginspirasi banyak orang.
“Dia sempat dihina karena kekurangannya. Tapi justru itu menjadi keunikan sekaligus batu loncatan menuju kesuksesan. Itu yang ingin kami sampaikan ke penonton: kita bisa bersinar dengan cara kita sendiri,” tegasnya.
Konsep besar ini diperkuat detail properti serta kostum yang khas. Mic emas dipesan khusus, sementara backdrop dan meja panggung ditata ulang dari properti lama. Kostum terinspirasi dari gaya flamboyan Freddie Mercury, mulai dari nuansa blink-blink hingga jubah merah keemasan.
“Freddie suka banget pakai kostum blink-blink. Kalau warna merah itu simbol keberanian, sedangkan gold menandakan glory,” jelas Szvetlana.
Tim Infinite Dance Crew sudah memulai persiapan sejak 17 Agustus. Meski sempat menemui banyak tantangan, target mereka tetap tinggi.
“Kalau Tuhan berkenan bisa masuk Best 5 terus dapat Top 3. Tapi kalau diberi lebih, kami pengen juara lagi,” pungkasnya penuh semangat. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy