Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perebutan Fantastic Four Honda DBL Solo Memanas: PNK Jinakkan Regpac

Mannisa Elfira • Senin, 22 September 2025 | 23:54 WIB
SARAT GENGSI: Pertandingan SMA PNK Surakarta melawan SMA Regina Pacis Surakarta di Sritex Arena, Senin (22/9/2025).
SARAT GENGSI: Pertandingan SMA PNK Surakarta melawan SMA Regina Pacis Surakarta di Sritex Arena, Senin (22/9/2025).

 

RADARSOLO.COM - "Sabar...sabar...sabar!" teriak Ferry Setyawan di lapangan Sritex Arena. Tangan Head Coach Tim Bola Basket Putra SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta itu berulang kali mengayun ke bawah, mengisyaratkan anak asuhnya agar lebih kalem dan tenang.

Instruksi itu terdengar lantang saat PNK meladeni perlawanan tim putra SMA Regina Pacis (Regpac) Surakarta pada fase playoffs Honda Developmental Basketball League (DBL) with Kopi Good Day 2025 Central Java Series–South di Sritex Arena, Senin (22/9).

"Ya, hari ini anak-anak memang kurang sabar ya. Jadi nggak bisa mengontrol dirinya," ucap Ferry kepada Jawa Pos Radar Solo usai laga.

Meski begitu, SMA PNK berhasil mengalahkan Regina Pacis dengan skor 26-14. Di awal kuarter, mereka sempat tertinggal satu bola oleh Regpac. Tapi setelah itu, kendali permainan dipegang PNK. Mereka berjaya hingga akhir kuarter.

"Memang terlalu semangat, jadi mereka tidak bisa mengontrol. Makanya saya mesti teriak, sabar, sabar. Jadi tahu kapan mesti cepat, kapan harus delay, tahan," jelasnya.

Inilah yang menjadi evaluasi terbesar PNK sebelum melaju ke babak semifinal. Ya, hasil positif di playoffs membawa PNK mengunci satu tiket ke Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day Central Java Series–South di Sritex Arena.

"Regina Pacis ngotot hari ini. Kalau kita lengah juga pasti kita akan kalah. Saya tekankan untuk bersabar dan ngotot di dalam lapangan, juga tidak mau kalah," tuturnya.

Baca Juga: Prediksi Big 8 DBL 2025, Muhi vs Smansa Klaten: Laga Super Ketat Berebut Tiket Fantastic Four

"Kurang sabar akan memengaruhi semuanya. Jadi kalau kita kurang sabar, kurang tenang, jadi akurasinya pasti akan berkurang," sambungnya.

Kendati demikian, Ferry mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Secara overall, anak asuhnya dinilai mau berjuang dari awal sampai akhir. Alhasil, kemenangan bisa mereka raih.

"Kita memang banyak kekurangan, tapi anak-anak sudah berjuang, sudah survive dari kemarin. Kita akan perbaiki kondisinya anak-anak, supaya besok lebih tenang lagi," jelasnya.

PNK kini menatap semifinal dengan optimisme tinggi. Ferry menegaskan, PNK siap terjun dan berjuang di Fantastic Four untuk merebut satu tiket ke fase pamungkas. Kini, Jeraldo Jamie Pradipta dan kawan-kawan tinggal menunggu calon lawan di semifinal.

"Kita sudah siap," tandasnya.

Disinggung soal aturan minute play DBL, Ferry memandangnya sebagai hal positif. Regulasi ini cukup bagus supaya semua anak ada jam terbangnya di atas arena. Memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk terjun di dalam lapangan.

"Kalau tidak ada (aturan) minute play, mungkin ada beberapa orang saja tertentu yang bisa main. Tapi ini kan merata," sebutnya.

Hanya saja, PNK sempat pincang. Beberapa pemain absen karena sakit. "Hanya saja hari ini ada dua-tiga pemain yang demam. Makanya hari ini saya nggak turunkan. Dari sebelum game DBL pun, ada dua orang yang radang," bebernya.

Meski begitu, Ferry memastikan kondisi para pemain tetap dijaga fit. "Kita kasih suplemen, vitamin, dan selalu mengingatkan istirahat cukup," pungkasnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Regpac #PNK #Honda DBL with Kopi Good Day