RADARSOLO.COM - Marc Marquez akhirnya kembali ke puncak dunia. Pembalap asal Spanyol itu resmi memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2025 setelah tampil gemilang finis di urutan kedua MotoGP Jepang 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang, Minggu (28/9/2025).
Gelar ini menjadi penanda kebangkitan Marquez setelah enam tahun lamanya puasa gelar, sejak terakhir kali juara pada musim 2019 bersama Honda.
Dari Cedera Panjang ke Titik Balik Karier
Perjalanan menuju mahkota juara musim ini bukanlah cerita mudah.
Segalanya bermula pada 2020, saat Marquez mengalami kecelakaan parah di seri pembuka yang membuat tulang lengan kanannya patah.
Sejak itu, ia harus menjalani serangkaian operasi dan absen panjang.
Tiga musim berikutnya, 2021 hingga 2023, kondisi fisiknya terus diuji.
Cedera tambahan berupa gegar otak, patah pergelangan kaki, tulang rusuk, hingga jari membuat performanya jauh dari kata stabil.
Secara mental, Marquez juga dihantam rasa frustrasi karena kerap gagal finis dan tidak lagi mampu bersaing di papan atas.
Ditambah motor Honda yang tak kompetitif, peluangnya meraih gelar pun semakin menjauh.
Berani Ambil Risiko dengan Ducati
Titik balik terjadi pada 2024 ketika Marquez membuat keputusan berani, meninggalkan Honda setelah lebih dari satu dekade.
Ia bergabung dengan tim satelit Gresini Racing yang menggunakan motor Ducati Desmosedici.
Banyak yang menilai langkah ini sebagai perjudian besar, tetapi bagi Marquez, itu adalah kesempatan untuk bangkit.
Di atas motor Ducati, The Baby Alien menemukan kembali ritme balapnya.
Ia mengubah gaya balap yang dulu agresif menjadi lebih tenang, efisien, dan penuh perhitungan.
Performanya kian meningkat hingga musim 2025, saat resmi naik kelas ke tim pabrikan Ducati Lenovo.
Dengan dukungan motor GP25 yang kompetitif dan tim teknis yang solid, Marquez tampil konsisten sejak seri pembuka.
Dominasi di MotoGP 2025
Musim ini, Marquez memulai dengan kemenangan di Thailand.
Setelah itu, podium demi podium terus diraih, Argentina, Qatar, Aragon, Italia, Belanda, Jerman, Ceko, Austria, Hungaria, dan San Marino.
Hingga seri Jepang, ia sudah mengoleksi 541 poin, jumlah yang mustahil dikejar rivalnya meski kompetisi masih menyisakan lima balapan.
Satu-satunya kegagalan podium terjadi di GP Amerika, tetapi secara keseluruhan Marquez tampil nyaris sempurna sepanjang musim.
Prestasi ini juga menempatkannya di atas sang adik, Alex Marquez, yang juga turun di kelas utama.
Emosi Usai Kunci Gelar
Setelah memastikan gelar di Motegi, Marquez mengaku sulit menahan emosi.
“Bahkan untuk berbicara saja sangat sulit. Ini tidak mudah. Hari ini saya merasa damai dengan diri saya sendiri,” ujar pembalap berjuluk The Baby Alien itu.
Ia menambahkan, salah satu kesalahan terbesar dalam kariernya adalah memaksa kembali terlalu cepat pasca-cedera.
“Saya melakukan kesalahan besar demi karier saya, dengan bangkit lebih awal, banyak berjuang, berjuang dan berjuang,” imbuhnya.
Penantian Panjang yang Terbayar
Gelar dunia MotoGP 2025 menjadi trofi ke-9 sepanjang karier Marc Marquez di kelas premier, sekaligus mengakhiri penantian panjang selama enam tahun.
Dari periode penuh cedera hingga keputusan meninggalkan Honda, perjalanan Marquez membuktikan tekad kuatnya untuk kembali menjadi yang terbaik di dunia balap motor. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria