RADARSOLO.COM - Pertanyaan siapa GOAT (Greatest of All Time) di MotoGP kembali mencuat setelah Marc Marquez memastikan gelar juara dunia musim 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang.
Gelar ini membuat koleksi trofi dunia Marquez menyamai catatan sang legenda, Valentino Rossi, yaitu tujuh kali juara dunia di kelas MotoGP dan total sembilan kali juara dunia di semua kelas.
Perdebatan soal siapa pembalap terbaik sepanjang masa pun semakin seru.
Apakah Valentino Rossi dengan pengaruh besarnya di dunia balap, atau Marc Marquez yang bangkit dari cedera panjang dan kembali mendominasi era modern?
Jejak Emas Marc Marquez
Marquez, yang dijuluki The Baby Alien, akhirnya mengakhiri puasa gelar selama enam tahun.
Terakhir kali ia juara dunia adalah pada 2019 bersama Honda, sebelum cedera parah di lengan kanan pada 2020 membuatnya absen panjang.
Antara 2021 hingga 2023, Marquez harus menjalani operasi berulang dan berjuang melawan berbagai cedera tambahan, termasuk gegar otak hingga patah tulang pergelangan kaki dan rusuk.
Di tengah keterpurukan, performa motor Honda yang menurun semakin menutup jalan Marquez menuju podium juara.
Namun, langkah berani pindah ke Ducati pada 2024 mengubah segalanya.
Awalnya bersama Gresini Racing, Marquez berhasil menemukan kembali ritme balapnya.
Musim 2025, ketika bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo, ia tampil konsisten dan nyaris sempurna.
Dari 16 seri yang telah digelar, Marquez meraih kemenangan di Thailand, Argentina, Qatar, Aragon, Italia, Belanda, Jerman, Ceko, Austria, Hungaria, hingga San Marino.
Satu-satunya seri yang gagal ia podium adalah GP Amerika.
Dengan finis kedua di Jepang, Marquez mengunci gelar dunia ke-7 di kelas MotoGP dan ke-9 sepanjang kariernya.
Sebelum di kelas MotoGP, Marquez catatkan prestasi di Kejuaraan Dunia 125cc 2010 bersama tim Red Bull Ajo Motorsport dan Kejuaraan Dunia Moto2 2012 bersama Team Catalunya Caixa Repsol.
Jumlah gelar juara The Baby Alien ini menyamai pencapaian Valentino Rossi.
Legenda Bernama Valentino Rossi
Di sisi lain, Valentino Rossi tetap menjadi ikon terbesar dalam sejarah MotoGP.
Pembalap flamboyan asal Italia itu meraih tujuh gelar dunia di kelas premier (500cc/MotoGP) dan dua gelar tambahan di kelas 125cc (1997) serta 250cc (1999).
Rossi mulai menapaki karier dunia di kelas 125cc bersama Aprilia pada 1996, lalu menjadi juara dunia setahun kemudian.
Ia kemudian naik ke kelas 250cc dan menjuarai musim 1999.
Pada 2001, Rossi meraih gelar dunia di kelas 500cc bersama Honda, lalu mendominasi era awal MotoGP modern dengan gelar beruntun 2002 dan 2003.
Langkah berani Rossi terjadi pada 2004 ketika ia meninggalkan Honda yang dominan untuk bergabung dengan Yamaha.
Banyak yang meragukan keputusannya, termasuk rival bebuyutannya Max Biaggi.
Namun Rossi membuktikan kualitasnya dengan langsung menjuarai MotoGP 2004 dan 2005.
Legenda balap berjuluk The Doctor itu kembali merebut mahkota pada 2008 dan 2009, menjadikannya salah satu pembalap tersukses sepanjang masa.
Total, Rossi mencatat 112 kemenangan grand prix, 86 di antaranya di kelas premier, menjadikannya yang kedua terbanyak setelah Giacomo Agostini (122).
Selain prestasi di lintasan, Rossi juga dikenal sebagai ikon budaya pop MotoGP yang mengangkat popularitas balap motor hingga ke level global.
Marquez vs Rossi: Siapa GOAT MotoGP?
Secara angka, baik Rossi maupun Marquez kini sama-sama memiliki 9 gelar dunia. Yakni 7 di kelas premier dan 2 di kelas bawah.
Rossi unggul dalam jumlah kemenangan dan pengaruh besar terhadap popularitas MotoGP, sementara Marquez lebih unggul dalam intensitas dominasi di lintasan modern serta kemampuannya bangkit dari cedera parah.
Bagi sebagian penggemar, Rossi tetap dianggap GOAT karena karismanya melampaui balapan, membentuk era MotoGP modern, dan menjadi wajah olahraga ini selama dua dekade.
Namun, bagi yang melihat dari sisi murni prestasi dan daya juang, kebangkitan Marquez setelah cedera panjang dan keberhasilannya menyamai rekor Rossi membuat status GOAT kini patut diperdebatkan ulang.
Baik Valentino Rossi maupun Marc Marquez sama-sama memiliki argumen kuat untuk disebut sebagai GOAT MotoGP.
The Doctor unggul dari sisi ikon global dan jumlah kemenangan.
Sedangkan The Baby Alien memperlihatkan kehebatan luar biasa dalam mendominasi era modern serta keberanian bangkit dari keterpurukan.
Pada akhirnya, perdebatan GOAT MotoGP mungkin tidak akan pernah selesai.
Namun, satu hal yang pasti, dunia balap motor telah beruntung menyaksikan era Rossi dan era Marquez, dua pembalap yang meninggalkan jejak sejarah tak tergantikan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria