RADARSOLO.COM – Setelah enam periode hanya di level 2 dan 3, sekarang Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025 akhirnya menapaki level 1. Pertarungan para atlet sudah dimulai sejak Rabu (29/10), di GOR Indoor Manahan.
Level naik, artinya pertarungan makin kompetitif. Tahun ini, sebanyak 24 negara siap bertempur.
Merebutkan titel pemain terbaik dunia di setiap kelas yang diperlombakan. Selain gengsi gelar, tambahan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 juga jadi incaran utama.
"Di PIPBI ada beberapa sejarah yang tercipta. Salah satunya adalah event level 1 yang pertama kali digelar di Indonesia," sebut Wasekjen National Paralympic Committee Indonesia Rima Ferdianto kepada awak media.
Mengaca pada penyelenggaraan event para badminton di UMS tahun lalu, Indonesia sudah dinilai mampu untuk naik level oleh Badminton World Federation (BWF). Artinya, poin ranking yang diperebutkan di ajang ini menjadi yang terbesar dibanding event lain di dunia. Peserta pun tersaring otomatis.
"Jadi event ini hanya boleh diikuti oleh 12 pemain terbaik di tiap-tiap kelas. Jadi tidak boleh atlet baru ikut. Harus punya rangking 1 minimal, rangking 1 sampai rangking 12 setiap negara," jelasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya dan Menko Airlangga Dipanggil Rapat Bareng Presiden Prabowo di Istana, Bahas Apa?
Turnamen ini mempertandingkan 22 kategori. Yakni, sektor tunggal putra dan putri masing-masing enam kategori, ganda putra empat kategori, ganda putri tiga kategori, dan ganda campuran tiga kategori dengan klasifikasi WH 1, WH 2, SL 3, SL 4, SU 5 dan SH 6.
"Ada 124 peserta dengan total 185 atlet dan official yang hadir di sini," sebutnya.
Menariknya lagi, lanjut Rima, hadiah turnamen ini berupa money. Sementara dahulu, berupa souvenir, peralatan dan lain sebagainya.
"Saat ini nanti selain ada souvenir, kemudian ada hadiah peralatan, ada hadiah prize money sebesar 15.000 USD. Ini pertama kalinya di dunia juga," lanjutnya.
Disinggung soal kesiapan tuan rumah, Rima menyampaikan bahwa NPC Indonesia mengirim hampir full team.
Semuanya siap kecuali Deva dan Hafiz yang harus absen dalam turnamen ini. Keduanya belum mendapatkan review klasifikasi.
"Tapi kami berharap tetap bisa juara umum juga. Karena kan pesaing terberat kami nanti Prancis. Karena Tiongkok tidak turun full team, hanya menurunkan beberapa orang saja," tutur Rima.
Sementara itu, 24 negara peserta di antara lain Australia, Azerbaijan, Belgia, Brazil, China, Taipei, Denmark, Mesir, Inggris, Perancis, Jerman, India, Italia, Malaysia, Nigeria, Peru, Singapura, Spanyol, Thailand, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Wales, dan tuan rumah Indonesia. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy