Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perpisahan Haru! Kesatria Solo Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Esha Lapian

Niko auglandy • Jumat, 31 Oktober 2025 | 06:36 WIB

Esha Ezra Yunior Lapian saat membela Kesatria Bengawan Solo, musim lalu.
Esha Ezra Yunior Lapian saat membela Kesatria Bengawan Solo, musim lalu.

RADARSOLO.COM – Kejutan datang dari tim bola basket kebanggaan Kota Bengawan. Kesatria Bengawan Solo (KBS) resmi mengumumkan perpisahan dengan salah satu pemainnya, Esha Ezra Yunior Lapian, yang dikenal publik dengan gaya rambut “mullet”-nya yang ikonik.

Pemain berusia muda itu dipastikan tidak masuk dalam skenario susunan pemain Kesatria untuk menghadapi IBL musim 2026 mendatang.

Kabar perpisahan ini dikonfirmasi melalui unggahan resmi akun Instagram @kesatriabengawansolo, Kamis (30/10).

Dalam unggahan tersebut, manajemen menuliskan pesan perpisahan penuh makna.

“Matur nuwun, Lapian. Sejak hari pertama kita berjalan beriringan untuk Solo. Mengisi memori dengan kegigihan di setiap laga. Meski jalur kita kini tak lagi bersilangan, dedikasi dan semangatmu terpatri jelas di ingatan kami. Mengutip The Cottons: ‘Doa dan harapan kan selalu bersama’. #MentalKesatria selalu, selamanya,” tulis pernyataan resmi KBS.

Baca Juga: Sensasi Meicao, Minuman Sehat Karya Mahasiswa UNS yang Padukan Tradisi dan Gaya Kekinian: Langsung Rasakan KhasSurabaya

Dilansir dari laman resmi IBL, Esha bergabung dengan Kesatria Bengawan Solo sejak musim 2024, setelah sebelumnya memperkuat Pelita Jaya.

Dalam dua musim bersama KBS, Esha mencatat 40 pertandingan dengan kontribusi yang cukup solid di sektor pertahanan.

Pada musim debutnya (2024), pemain 25 tahun itu mencatat rata-rata 2,5 poin dan 1,2 rebound dari 22 laga musim reguler, serta tampil impresif di babak playoff dengan 6 poin dan 2 rebound per game.

Baca Juga: Viral Kronologi Maling Motor Disiram Bensin hingga Tubuhnya Terbakar saat Ditangkap di Surabaya

Sayangnya, perannya mulai berkurang di musim 2025 setelah posisi kepala pelatih beralih ke tangan Milos Pejic.

Di bawah pelatih asal Serbia tersebut, Esha hanya mencatat 16 penampilan dengan rata-rata 2,5 poin dan 1,9 rebound.

Meski tetap menunjukkan etos kerja tinggi, kebersamaan antara Kesatria dan sang “Abang Mullet” akhirnya harus berakhir.

Bagi para penggemar IBL, Esha dikenal sebagai pemain dengan karakter tangguh di bawah ring — bukan hanya agresif dalam menyerang, tetapi juga pantang menyerah saat bertahan.

Banyak yang berharap, musim depan ia akan menemukan tim baru yang memberinya kesempatan lebih besar untuk menunjukkan potensi terbaiknya. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#ibl #kesatria bengawan solo #kbs