RADARSOLO.COM - Bukan dengan cara yang diinginkan, namun hasilnya tetap membanggakan. Qonitah Ikhtiar Syakuroh menyabet medali emas bagi Indonesia di ajang Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025, setelah lawannya tak mampu melanjutkan partai final women’s single SL3 di GOR Manahan, Minggu (2/11).
Sejatinya pertarungan berjalan ketat sejak awal set pertama. Bahkan Qonitah sempat tertinggal, hingga akhirnya kedua pemain saling kejar poin.
Tapi sayangnya, sang lawan Mariam Eniola Bolaji asal Nigeria mengalami cedera. Setelah beberapa pertimbangan, Bolaji tak sanggup melanjutkan permainan, dan Qonitah dinyatakan menang.
"Untuk pertandingan hari ini di luar ekspektasi saya. Tidak menduga bahwa lawan saya akan cedera," ucap Qonitah kepada awak media usai pertandingan.
Skor 20–16 jadi penanda keunggulan sang atlet Indonesia sebelum laga final women’s single SL3 berakhir karena lawannya cedera. Meski memimpin, Qonitah mengaku sempat gugup hingga membuat beberapa kesalahan sendiri.
"Tadi awal-awal saya masih belum fight banget di lapangan, jadi masih setengah grogi dan tegang," bebernya.
"Saya memang dengan dia sering rame ya, poinnya tipis, dan jarang sekali untuk straight game. Kami sering sekali sampai tiga set. Jadi untuk pertandingan ini tadi, sedikit menegangkan juga sebenarnya," lanjut Qonitah.
Sebelumnya, Qonitah juga sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan ini. Kendati demikian, keadaan di lapangan sudah tidak memungkinkan. Dia berharap sang lawan segera pulih. "Sebelumnya saya juga sudah mempersiapkan dari segi fisik, mental semuanya. Tapi tidak menyangka bahwa akan diakhiri dengan seperti ini," ucapnya.
Setelah ini, Qonitah bakal mempersiapkan diri untuk event selanjutnya. Terdekat adalah ASEAN Para Games (APG) Thailand, tahun depan. Podium tertinggi jadi bidikan pebulu tangkis asal Kulon Progo.
"Harapannya bisa memberikan gold medal untuk Indonesia. (Lawan terberat di APG Thailand?) Sepertinya ada pemain baru dari Malaysia dan kebetulan saya belum pernah bertemu. Tapi sempat melihat sedikit permainan dia," pungkas Qonitah. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy