RADARSOLO.COM – Enam medali emas, tiga perak, dan lima medali perunggu sukses diraih pebulu tangkis asal Indonesia di ajang Polytron Indonesia Para Badminton International (PIPBI) 2025 di GOR Indoor Manahan.
Para atlet para badminton Indonesia tampil impresif sepanjang pertandingan dan berhasil keluar sebagai juara umum. Leani Ratri Oktila sukses menyumbangkan 3 emas untuk Indonesia, di kelas tunggal, ganda putri dan ganda campuran.
Atlet asal Kota Solo Fredy Setiawan sukses menyumbangkan dua perak untuk Indonesia. Di kelas ganda putra (MD-SL3-SL4), Fredy yang berpasangan dengan Dwiyoko kalah dari Pramod Bhagat/Sukant Kadam dari India 16-21, 12-21.
Sementara all indonesian final terjadi di kelas ganda campuran XD-SL3-SU5. Fredy Setiawan yang berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah harus mengakui keunggulan unggulan pertama Indonesia di kelas ini, yakni Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila yang menang 21-6, 21-9.
Fredy juga sempat terjun juga di kelas tunggal putra. Sayang dia tersandung di babak delapan besar.
Di lain sisi, Turnamen Grade 2 Level 1 versi BWF itu menjadi panggung pembuktian skuad Merah Putih. Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, deretan prestasi ini menjadi modal berharga menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
Setali tiga uang, Wasekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto sumringah turnamen berjalan lancar hingga hari terakhir. Banyak pemain top dunia yang menyuguhkan penampilan apiknya di GOR Indoor Manahan.
"Mereka juga senang sekali dengan situasi kejuaraan ini. Apalagi ada, ada prize money, ada hadiah juga, jadi mereka excited banget. Mudah-mudahan tahun depan masih bisa level 1 lagi atau meningkat jadi level tertinggi yaitu kejuaraan dunia," ucap Rima.
Rima menjelaskan, edisi kali ini naik level ke Grade 2 Level 1, status tertinggi di bawah kejuaraan dunia dan Paralimpiade. Di level ini, hanya pemain top 12 dunia saja yang boleh ikut.
"Jadi untuk poin ranking menuju ke Paralimpiade di sini tinggi," lanjutnya.
Persaingannya semakin ketat. Jika pada edisi-edisi sebelumnya Indonesia hampir mendominasi seluruh nomor, kali ini peta kekuatan mulai berubah.
"Sekarang sudah kelihatan spesialisasinya masing-masing. Misal Perancis di SL4 kursi roda. Di SH6 kita yang tadinya kuat kalah dari India," sebutnya.
Hasil Indonesia masih berada dalam jalur positif. Ada yang tampil melebihi ekspektasi seperti Muh Al Imran yang berhasil meraih perunggu. Namun, ada pula yang di bawah target. “Jadi ini bahan evaluasi menuju ASEAN Para Games Thailand Januari nanti,” pungkasnya. (nis/nik)
grafis
TOTAL MEDALI YANG DIRAIH INDONESIA
XD-SH6
1.Subhan/Rina Marlina
MD-SH6
1.Dimas Tri Alji/Subhan
XD-SL3-SU5
1.Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila
2.Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah
WD-SL3-SU5
1.Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah
WS-SL4
1.Leani Ratri Oktila
2.Khalimatus Sadiyah
WS-SL3
1.Qonitah Ikhtiar Syakuroh
2.Hikmat Ramdani
WS-SH6
3.Rina Marlina
MS-SH6
3.Subhan
MD-SL3-SL4
- Dwiyoko/Fredy Setiawan
- Muh Al Imran/Hikmat Ramdani
MS-WH2
- Wiwin Andri
MD-WH1-WH2
- Supriadi/Agung Widodo
Editor : Niko auglandy