Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Baru Jadi Runner up Kumamoto Masters 2025, Gregoria Mariska Terpaksa Mundur dari Australian Open 2025, Ini Alasan Sang Pelatih

Niko auglandy • Selasa, 18 November 2025 | 15:40 WIB
Gregoria Mariska usai jalani final Kumamoto Masters 2025.
Gregoria Mariska usai jalani final Kumamoto Masters 2025.

RADARSOLO.COM - Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor tunggal putri Indonesia. Gregoria Mariska Tunjung dipastikan batal tampil di Australian Open 2025.

Keputusan ini diambil setelah pelatih tunggal putri utama, Imam Tohari, menilai kondisi fisik Gregoria belum sepenuhnya pulih usai tampil di final Kumamoto Masters 2025.

Menurut Imam Tohari, proses pemulihan Gregoria membutuhkan waktu lebih panjang agar bisa kembali bertanding dengan kondisi optimal.

Jarak waktu yang sangat singkat antara final di Jepang dan keberangkatan menuju Australia membuat risiko kelelahan fisik semakin besar, terlebih dengan perjalanan jauh yang harus ditempuh.

Gregoria terpaksa ditarik dari keikutsertaannya di Australian Open 2025 setelah melihat kondisi fisik selepas final Kumamoto Masters 2025.

Dari hasil pemantauan dan penilaian, Gregoria masih memerlukan recovery lebih panjang untuk kembali turun bertanding.

"Pemulihan singkat dengan waktu yang tersisa plus perjalanan jauh dari Jepang menuju Australia berisiko pada kebugaran fisiknya,” ujar Imam Tohari.

Sebelumnya, Gregoria tampil impresif di Kumamoto Masters 2025, berhasil menembus final dan menjadi runner-up setelah bertarung ketat melawan pebulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon.

Dalam laga yang berlangsung pada 16 November 2025 itu, Gregoria kalah 16-21, 20-22, namun menunjukkan performa yang menjanjikan.

Meski belum meraih gelar, Gregoria tetap bersyukur dan merasa banyak hal positif yang ia dapatkan dari turnamen tersebut.

“Tetap mengucap syukur bisa kembali ke podium walaupun ini bukan hasil yang terbaik yang bisa saya raih. Banyak hal positif yang bisa diambil dari Kumamoto Masters tahun ini dan saya juga cukup senang dengan performa tadi,” ungkapnya.

Gregoria sempat memiliki peluang di kedua gim. Di gim pertama ia gagal mempertahankan keunggulan, sementara di gim kedua ia berhasil menyamakan kedudukan 20-20 setelah tertinggal 16-20 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Ratchanok.

“Turnamen Kumamoto bisa dibilang membawa keberuntungan, tidak menyangka bisa sejauh ini karena beberapa bulan lalu sangat berat. Evaluasinya tentu kondisi fisik dan endurance perlu kembali ditingkatkan,” tambahnya pebulu tangkis asal Wonogiri tersebut.

Dengan mundurnya Gregoria dari Australian Open, fokus kini diarahkan pada pemulihan fisik dan persiapan menuju turnamen-turnamen berikutnya agar ia bisa kembali tampil dengan performa terbaik. (nik)

Editor : Niko auglandy
#Australian Open #kumamoto masters #gregoria maris