RADARSOLO.COM- Kabupaten Boyolali merupakan salah satu daerah yang memiliki sirkuit balap motor standar nasional dan sering digunakan untuk kejuaraan tingkat nasional.
Tapi ironisnya, hingga saat ini belum banyak atlet balap motor asli Boyolali yang menonjol di kancah profesional.
Hal ini menjadi sorotan usai gelaran balap motor bertajuk Superchallenge Superprix 2025 yang sukses dihelat di Sirkuit Gokart Boyolali, pada 21-22 November 2025.
Bupati Boyolali Agus Irawan kepada radarsolo.jawapos.com mengatakan, minimnya atlet balap motor berprestasi dari daerahnya disebabkan masih belum banyaknya minat terhadap cabang olahraga (cabor) ekstrem ini.
Menurutnya, balap motor membutuhkan keahlian khusus dan mental yang kuat untuk bisa bersaing.
“Mungkin minat balap motor, ataupun nyalinya harus agak besar. Butuh keahlian khusus. Nah, itu juga salah satu (tujuan) promosi kita lewat event seperti Superchallenge Superprix 2025 ini untuk meningkatkan minat,” jelas Agus, Minggu (23/11/2025).
Bupati menuturkan, kualitas Sirkuit Gokart Boyolali dinilai sangat bagus oleh para pembalap maupun ofisial.
Bahkan, banyak pembalap yang memasukkan sirkuit di Boyolali ini sebagai sirkuit favorit mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Budi Prasetyaningsih mengungkapkan, event balap motor di Boyolali berpotensi besar menjadi sport tourism.
“Di Boyolali banyak event balap motor, tidak hanya di sirkuit. Kadang di lingkungan Kabupaten Boyolali juga digunakan untuk road race,” jelas Ning, sapaan akrabnya, Minggu (23/11/2025).
Terkait bibit atlet, Ning mengatakan, dalam ajang Superchallenge Superprix 2025, beberapa atlet asal Boyolali memang ikut berkompetisi.
Baca Juga: Wacana Berani Relokasi Pasar Gemolong Sragen: Solusi Ganda Urai Kemacetan dan Perluasan Rumah Sakit
Namun, jumlah atlet balap motor dari Kabupaten Boyolali belum banyak.
“Tapi tentunya dengan adanya event tersebut (balap motor), harapan kami tidak ada balapan liar. Anak-anak yang suka otomotif akan terwadahi, juga ada multieffect yaitu perekonomian,” tambahnya.
Untuk penjaringan atlet, pihaknya mengaku selalu memberikan dukungan, meskipun saat ini dukungan tersebut masih bersifat moral atau spiritual. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono