RADARSOLO.COM - Pemerintah Kota Solo bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta menggelar kegiatan “Wedangan Bareng Mas Wali” di Pendapa Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung, Kamis (4/12/2025). Acara ini juga sekaligus untuk penyerahan simbolis tali asih bagi atlet dan pelatih PON Aceh–Sumatra Utara serta sarasehan bersama insan olahraga.
Acara tersebut menjadi momentum apresiasi atas perjuangan para atlet dan pelatih sekaligus ruang musyawarah seluruh cabang olahraga untuk memperkuat pembinaan serta meningkatkan prestasi olahraga Kota Solo.
Wali Kota Solo Respati Ardi menyampaikan penghormatan mendalam kepada seluruh atlet, pelatih, dan tokoh olahraga yang selama ini menjaga marwah Solo sebagai kota olahraga. Menurutnya, identitas olahraga sudah menjadi bagian dari karakter Kota Bengawan.
“Tentunya kita sangat berbangga dengan prestasi atlet-atlet kita. Kerja keras para pelatih dan tokoh olahraga yang tidak pernah lelah inilah yang menjadi ujung tombak dan ujung tombok,” ujar Respati.
Dia menambahkan, pemerintah tetap berkomitmen mendampingi dunia olahraga meskipun dukungan anggaran belum dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan.
“Pemerintah tidak bisa meng-cover semuanya, tapi kami berkomitmen untuk terus mendampingi, membersamai atlet-atlet kita. Kota Solo ini dibangun oleh tiga roh: pariwisata, budaya, dan olahraga,” jelasnya.
Respati juga menegaskan pentingnya penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai arah pembinaan prestasi ke depan. Melalui peta desain tersebut, keunggulan tiap cabang olahraga dapat dipetakan lebih jelas.
“Nantinya kita tentukan cabor-cabor unggulan yang bisa kita fokuskan. Tapi cabor lain jangan berkecil hati, karena DOD akan direview sepanjang jalan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Surakarta Her Suprabu menekankan bahwa pihaknya tengah menjalankan reformasi internal sesuai amanat Musyawarah Olahraga Kota. Menurutnya, tata kelola baru diperlukan agar pembinaan lebih akuntabel dan efektif. “Kami mengelola dana hibah sekitar 8–9 miliar rupiah, maka akuntabilitas adalah harga mati,” tegasnya.
Her menerangkan sejumlah pembaruan yang sedang berjalan, mulai dari penyusunan RAB sebagai syarat awal hingga digitalisasi proses pengajuan keuangan.
“Tahun 2026 kami akan meluncurkan aplikasi SiKONI. Seluruh pengajuan akan dilakukan secara digital, dan kami juga sudah seratus persen cashless dalam penyaluran anggaran,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa pembinaan harus berbasis skala prioritas. Dengan 63 cabor dan dana pembinaan sekitar 4–5 miliar rupiah, pembagian rata dianggap tidak memungkinkan.
Kepala Dispora Surakarta Rini Kusumandari ikut memberikan pesan kerja sama lintas pihak.
“Tanpa kebersamaan semua pihak, prestasi akan sulit naik,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis tali asih bagi atlet dan pelatih PON Aceh–Sumut serta penyerahan bantuan sarana latihan dari KONI Surakarta berupa satu perahu karet untuk cabor Arung Jeram dan satu Ring Tinju untuk cabor Tinju. Para pengurus cabor juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari kebutuhan lapangan latihan hingga subsidi biaya sewa sarana olahraga.
Melalui kegiatan guyub seperti ini, Pemerintah Kota Surakarta dan KONI berharap lahir komitmen baru, transparansi lebih kuat, serta arah pembinaan yang lebih jelas demi mengembalikan kejayaan olahraga Solo di pentas nasional maupun internasional. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy