Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Indonesia Bidik Peringkat 13 Besar di Ajang ASIAN Youth Para Games 2025 Dubai

Mannisa Elfira • Senin, 8 Desember 2025 | 17:10 WIB
Atlet Indonesia di ajang ASIAN Youth Para Games 2025 Dubai.
Atlet Indonesia di ajang ASIAN Youth Para Games 2025 Dubai.

RADARSOLO.COM - Bukan sekadar berangkat, kontingen Indonesia membawa bidikan prestasi di ASIAN Youth Para Games 2025 Dubai. Total sebanyak 22 medali menjadi target dengan sasaran minimal finis di peringkat ke-13.

Bidikan tersebut ditegaskan oleh Chef de Mission (CdM) Indonesia Reda Manthovani.

Empat emas menjadi bidikan utama, disusul delapan medali perak dan sepuluh medali perunggu yang bisa dikumpulkan oleh 56 atlet di delapan cabang olahraga (cabor).

"Secara umum kita perlu mendapatkan empat medali emas, delapan perak dan sepuluh perunggu dengan target minimal peringkat ke-13 di ajang Asian Youth Para Games 2025," beber Reda.

Indonesia pun sudah berangkat ke Dubai sejak 6 Desember kemarin. Perjuangan tim Merah Putih telah dimulai pada 7 hingga 14 Desember mendatang. Pertarungan yang tak akan mudah melawan perwakilan 34 negara yang sama-sama bidik prestasi terbaik.

"Saya sudah sampaikan kepada para atlet untuk hindari perasaan takut, galau, khawatir dan kecewa. Mereka harus memiliki perasaan optimis dan yakin karena sudah menjalani masa pelatihan. Harus punya optimisme untuk menggapai kemenangan," lanjut Redha.

Optimisme juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia) Rima Ferdianto. Perbedaan cuaca yang tak terlalu mencolok menjadi sebuah keuntungan bagi tim Indonesia

"Temperatur di Dubai dan Indonesia hampir sama. Perbedaan waktunya juga hanya tiga jam. Para atlet tidak akan kesulitan beradaptasi di sana. Aklimatisasinya lebih mudah," kata Rima.

Atlet juga tak perlu khawatir soal makanan. Tim advance melaporkan, berbagai kuliner khas Indonesia tersedia dengan mudah di sana, sehingga para atlet tidak akan mengalami kendala dalam menjaga pola konsumsi.

"Jadi, secara makanan dan selera tidak akan menjadi masalah," tambah Rima.

Sementara itu, atlet para angkat berat Delima Yunia Susanti sangat sumringah. Atlet asal Jawa Barat itu merasa terhormat dapat mewakili Indonesia pada ajang Asian Youth Para Games 2025.

Menariknya, ini merupakan menjadi pengalaman pertama Delima berpartisipasi pada event luar negeri.

Wajar jika rasa gugup sempat menghampiri, terlebih dia untuk pertama kalinya berlaga di luar negeri dengan membawa nama Indonesia.

"Ada rasa deg-degan juga, tetapi saya berusaha tetap tenang dan meminta doa dari orang tua," tutur atlet yang turun di kelas -79 kg putri ini.

"Saat ikut Peparnas 2024 di Solo, saya dapat medali perak. Semoga tahun ini bisa emas. Saya ingin mendapatkan medali emas di ajang ini," lanjutnya.

Setali tiga uang, perwakilan para bulutangkis, Revandra juga merasa bangga. Atlet asal Jawa Tengah ini akan bertarung di nomor tunggal SH6 putra dan ganda campuran SH6 bersama Apriliyani Sulistiyawati.

"Saya bangga bisa mewakili Indonesia untuk event internasional ini. Saya memiliki target pribadi untuk membawa pulang medali emas ke Tanah Air," tambah Revandra.

Berangkat ke Dubai, Revandra memboyong modal berharga. Medali perak dari ajang Hydroplus Para Badminton International 2024 menjadi bekal tersendiri untuk bersaing dengan atlet-atlet potensial terbaik se-Asia.

"Alhamdulillah persiapan kami sangat matang. Kami para atlet sudah dipersiapkan dengan mental yang berani dan dilengkapi teknik-teknik yang telah dilatih dengan maksimal," ucap Revandra. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#dubai #indonesia #Asian Youth Paragames