Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bukan Sekadar Kompetisi Basket! DBL Kini Bisa Tentukan Masa Depan Akademik Pelajar?

Mannisa Elfira • Selasa, 9 Desember 2025 | 05:46 WIB
Menpora Erick Thohir hingga CEO sekaligus Founder DBL Indonesia Azrul Ananda hadiri Indonesia Sports Summit 2025
Menpora Erick Thohir hingga CEO sekaligus Founder DBL Indonesia Azrul Ananda hadiri Indonesia Sports Summit 2025

RADARSOLO.COM - Pengembangan olahraga pelajar terus digalakkan. Indonesia Sports Summit 2025 menjadi titik temu strategis ketika Kemenpora menjembatani Kemendikdasmen dan DBL Indonesia untuk membahas masa depan olahraga pelajar.

Agenda yang digelar di Indonesia Arena pada 6–7 Desember itu menghadirkan sejumlah diskusi kunci. Salah satu sesi konferensi mengangkat tema Sports and Education, Building the Next Generations of Athletes, yang menautkan langsung isu pendidikan dan pembinaan prestasi.

Dalam sesi tersebut, Kemenpora sebagai penyelenggara mempertemukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dengan CEO sekaligus Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda.

Menurut Abdul Mu’ti, terdapat dua domain keolahragaan pada pendidikan dasar dan menengah. Yakni olahraga kesehatan dan olahraga prestasi.

“Terkait olahraga prestasi, kami sedang menyiapkan sejumlah kebijakan pengembangan talenta dan mitigasi bakat keolahragaan sejak dini. Pengembangannya melalui dua jalur, yaitu sekolah dan luar sekolah,” beber Abdul Mu’ti.

Pengembangan olahraga di luar sekolah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk swasta. Salah satunya dengan DBL, platfrom olahraga basket pelajar yang sudah menyebar ke berbagai titik di Indonesia.

"Apalagi DBL sudah konsisten selama 21 tahun dalam pengembangan olahraga pelajar dan student-athlete,” lanjutnya.

CEO sekaligus Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda sumringah. Azrul senang, DBL Indonesia akhirnya dapat duduk bersama dua kementerian yang memiliki peran besar dalam olahraga pelajar, yakni Kemenpora dan Kemendikdasmen.

“Makanya itu saya harus berterima kasih pada Bang Erick (Erick Thohir, Menpora). Lewat acara ini, setelah DBL berjalan 21 tahun, baru kali ini kami bisa duduk bersama untuk membahas bagaimana olahraga pelajar dapat dikembangkan bersama,” ucap Azrul.

Menurut Azrul, DBL Indonesia telah memahami berbagai problematika yang dihadapi sekolah dalam pembinaan olahraga pelajar dan potensi student-athlete. Azrul mengaku kerap mendengar keluhan tersebut dari sekolah-sekolah.

“Karena itu, kami sangat bahagia ada kesempatan berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dan Kemenpora. Kami yakin ini dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan olahraga pelajar di Indonesia,” lanjutnya.

Salah satu kolaborasi yang diharapkan DBL Indonesia untuk mengembangkan olahraga pelajar adalah pengakuan resmi dari Kemendikdasmen terhadap prestasi student-athlete di DBL.

Pengakuan ini dinilai dapat membuka peluang baru bagi pelajar, termasuk akses beasiswa di perguruan tinggi negeri melalui sertifikat kompetisi yang diakui.

Dengan pengakuan itu, ada mimpi tambahan yang bisa dikejar peserta DBL.

Dukungan Kemendikdasmen dinilai krusial mengingat masifnya kompetisi DBL. Dalam 21 tahun perjalanannya, DBL telah hadir di 31 kota di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Setiap tahun, lebih dari 42 ribu pelajar dari lebih 1.000 sekolah ambil bagian dalam sekitar 2.500 pertandingan. (nis)

Editor : Niko auglandy
#erick thohir #menpora #dbl indonesia