Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Empat Mahasiswa UNSA Tembus SEA Games 2025 di Thailand, Dua Diantaranya Perkuat Timnas Indonesia

Niko auglandy • Minggu, 14 Desember 2025 | 00:15 WIB
FOKUS: Atlet tenis lapangan UNSA Tegar Abdi Satrio Wibowo saat membela Indonesia.
FOKUS: Atlet tenis lapangan UNSA Tegar Abdi Satrio Wibowo saat membela Indonesia.

RADARSOLO.COM – Universitas Surakarta (UNSA) turut ambil bagian dalam perhelatan SEA Games 2025.

Kampus ini mengirimkan empat mahasiswanya untuk berjuang bersama kontingen Merah Putih di ajang multievent terbesar Asia Tenggara tersebut.

Dua nama berasal dari cabang olahraga sepak bola.

Mereka adalah gelandang Persis Solo, Zanadin Fariz, yang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen UNSA, serta gelandang Persik Kediri asal Sukoharjo, Rifqi Ray, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum.

Keduanya menjadi bagian dari skuad tim nasional Indonesia yang berlaga di fase grup.

Sementara itu, dari cabang olahraga tenis lapangan, UNSA juga diwakili dua mahasiswa.

Lucky Candra dan Tegar Abdi, yang sama-sama menempuh pendidikan di jurusan Manajemen, ikut memperkuat tim tenis Indonesia di SEA Games 2025.

Gelandang Timnas Indonesia Zanadin Faris dikawal pemain Myanmar di SEA Games 2025.
Gelandang Timnas Indonesia Zanadin Faris dikawal pemain Myanmar di SEA Games 2025.

Sayangnya, kontribusi dari cabang sepak bola belum berbuah medali.

Zanadin Fariz dan Rifqi Ray harus menerima kenyataan pahit setelah timnas Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal.

Hasil di fase grup belum cukup mengantarkan Garuda Muda ke empat besar.

Di babak penyisihan Grup C, Indonesia menelan kekalahan tipis 0-1 dari Filipina, sebelum bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Myanmar.

Namun, hasil tersebut belum cukup untuk mengamankan posisi sebagai runner-up terbaik.

Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste sama-sama mengoleksi tiga poin.

Namun, Indonesia harus tersisih karena kalah produktivitas gol dibanding Malaysia. Selisih gol menjadi faktor penentu yang akhirnya menutup peluang Indonesia melaju ke semifinal.

Peluang sejatinya sempat terbuka lebar. Andai Indonesia mampu menang dengan selisih tiga gol—misalnya 4-1—atas Myanmar, tiket semifinal sudah berada dalam genggaman. Namun, kenyataan berkata lain.

Meski gagal mempersembahkan medali dari sepak bola, kehadiran empat mahasiswa UNSA di panggung SEA Games tetap menjadi kebanggaan tersendiri.

Mereka tak hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga mengharumkan almamater di level internasional, membuktikan bahwa dunia akademik dan prestasi olahraga bisa berjalan beriringan. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#UNSA #Tegar Abdi Wibowo #sea games #timnas #tenis