RADARSOLO.COM– Perjalanan Travin Thibodeaux bersama Kesatria Bengawan Solo resmi berakhir. Setelah dua musim berseragam Kesatria, pebasket asal Amerika Serikat itu memilih membuka lembaran baru bersama Bogor Hornbills untuk kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) musim ketiganya di Indonesia.
Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat kontribusi Thibodeaux selama membela Kesatria terbilang signifikan.
Bukan hanya produktif di sisi ofensif dan defensif, Thibodeaux juga dikenal sebagai pemain yang konsisten tersedia di lapangan—sebuah faktor krusial dalam kompetisi panjang seperti IBL.
Thibodeaux pertama kali datang ke Indonesia pada musim 2024 sebagai pemain asing pengganti Kesatria Bengawan Solo.
Meski hanya tampil dalam enam pertandingan, termasuk tiga laga playoff, performanya langsung mencuri perhatian. Ia mencatatkan rata-rata 19,7 poin, 9 rebound, dan 3,3 assist per gim.
Penampilan impresif itu membuat manajemen Kesatria kembali mempercayainya sejak awal musim 2025.
Kepercayaan tersebut dibayar lunas. Sepanjang musim reguler, Thibodeaux tampil dalam 24 pertandingan dengan rata-rata 17,6 poin, 9,6 rebound, 3 assist, dan 1,4 steal per gim.
Kontribusinya bahkan meningkat di fase playoff dengan torehan 22,5 poin, 12,5 rebound, 2,5 assist, dan 4 steal per pertandingan.
Statistik tersebut menegaskan peran Thibodeaux sebagai pemain serba bisa yang mampu memberi dampak di berbagai aspek permainan.
Namun, Kesatria tampaknya memilih mengambil arah baru dengan mencoba komposisi pemain asing berbeda.
Situasi ini dimanfaatkan Bogor Hornbills untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 29 tahun itu.
Bagi Hornbills, kehadiran Thibodeaux diharapkan menjadi jawaban atas persoalan klasik yang mereka hadapi dalam dua musim terakhir: badai cedera.
Konsistensi dan ketahanan fisik Thibodeaux menjadi nilai tambah utama di tengah rencana tim yang kini dipenuhi wajah-wajah baru.
Musim depan, Thibodeaux bukan sekadar diharapkan menjadi mesin poin.
Ia juga dituntut menjadi tulang punggung stabilitas permainan Hornbills—peran yang selama ini kerap goyah akibat absennya pemain kunci. (nik)
Editor : Niko auglandy