Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tekanan Mental, Gemetar, Lalu Juara: Kisah Dramatis Skater Asal Karanganyar Basral Graito di Single Trick SEA Games di Thailand

Alfida Nurcholisah • Minggu, 21 Desember 2025 | 00:35 WIB
Skater Basral Graito saat unjuk skill di kediamannya di Colomadu, Karanganyar.
Skater Basral Graito saat unjuk skill di kediamannya di Colomadu, Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Detik terakhir menjadi panggung penentuan. Saat tekanan mencapai puncaknya dan peluang nyaris tertutup, Basral Graito Hutomo justru tampil dingin.

Satu trik berisiko tinggi—bigger flip from board—dieksekusi tanpa cela. Seketika, skor melonjak. Medali emas skateboard street putra SEA Games 2025 pun jatuh ke tangan atlet Indonesia itu.

Final yang digelar di Extreme Sports Park Rajamangala, Bangkok, Minggu (14/12), berlangsung menegangkan.

Basral Graito, skateboarder 18 tahun asal Karanganyar, sempat tercecer di posisi keempat menjelang percobaan terakhir single trick.

Atlet skateboarding Indonesia Basral Graito Hutomo saat bertarung di nomor skateboard street SEA Games 2025 diExtreem Sport Park Rajamangala, Bangkok, Minggu (14/12/2025).
Atlet skateboarding Indonesia Basral Graito Hutomo saat bertarung di nomor skateboard street SEA Games 2025 diExtreem Sport Park Rajamangala, Bangkok, Minggu (14/12/2025).

Situasi makin berat karena ia menjadi peserta paling akhir yang turun—posisi paling menentukan sekaligus paling menekan secara mental.

Dua percobaan sebelumnya gagal. Tekanan sorakan penonton dan keberhasilan para pesaing membuat Basral sempat gemetar.

Namun pada kesempatan terakhir, ia memilih melepas beban. Tak lagi memikirkan medali, fokusnya hanya satu: menuntaskan teknik.

Keputusan itu berbuah manis. Papan berputar sempurna di udara.

Roda mendarat mulus di lintasan. Arena langsung bergemuruh. Skor Basral melesat, melampaui tiga pesaing yang sebelumnya berada di atasnya.

Basral mengoleksi total 166,67 poin dari akumulasi best run dan best single trick.

Ia unggul atas tuan rumah Thailand, Kirin Petikiree, yang meraih perak dengan 153,22 poin, serta Thawatchai Siangoueng di posisi ketiga dengan 152,31 poin.

Satu wakil Indonesia lainnya, Sanggoe Darma Tanjung, finis di peringkat keempat dengan 145,77 poin.

“Perasaannya happy, bangga, dan nggak nyangka juga bisa dapat emas,” ujar Basral saat ditemui di rumahnya di Colomadu, Kamis (18/12).

Perjalanan menuju podium tertinggi tidak mudah. Basral menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) selama tujuh bulan sejak April 2025 di Stadion Wibowo Mukti, Cikarang.

Selama pelatnas, trik bigger flip from board menjadi salah satu teknik yang terus diasah.

Namun saat lomba, tekanan mental berbicara lain.

“Percobaan pertama yang lain landing semua, dari situ mungkin kena mental,” aku Basral. Percobaan kedua pun gagal.

Pada kesempatan terakhir, ia mengubah pendekatan.

“Udah ikhlas aja, nggak kepikiran bisa landing,” katanya.

Keikhlasan itu justru menjadi kunci. Saat roda menyentuh lintasan dengan sempurna, Basral langsung disambut pelukan tim ofisial. Air mata pun pecah.

“Itu momen terharu. Aku nangis karena bisa menaklukkan trik, dan momennya pas di percobaan terakhir,” tuturnya.

Menurut Basral, bigger flip from board termasuk trik dengan tingkat kesulitan tinggi. Meski begitu, ia percaya teknik tersebut bisa dikuasai dengan latihan konsisten.

“Menurut aku susah, tapi harusnya semua bisa kalau mau belajar,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilannya merupakan perpaduan antara kemampuan dan keberuntungan.

“Kemarin itu 50 persen skill, 50 persen keberuntungan,” ucapnya.

Saat latihan, trik tersebut kerap ia lakukan dengan sukses.

“Kalau di latihan sering landing, pas lomba mungkin kena mental,” tambah Basral.

Dari satu trik di detik terakhir, lahirlah emas untuk Indonesia—dan nama Basral Graito pun tercatat dalam sejarah skateboard nasional. (alf/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Basral Graito #skateboarder #sea games #skater