Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dampak Pemotongan Dana Pusat Rp218 Miliar, Anggaran Olahraga Solo 2026 Kencangkan Ikat Pinggang

Antonius Christian • Sabtu, 27 Desember 2025 | 21:02 WIB
Atlet Kota Solo dari cabor pencak silat yang terjun di ajang Porprov Jateng 2023 di GOR Mbesi Rembang. (DOK. KONI SOLO)
Atlet Kota Solo dari cabor pencak silat yang terjun di ajang Porprov Jateng 2023 di GOR Mbesi Rembang. (DOK. KONI SOLO)

RADARSOLO.COM–Keterbatasan APBD Solo 2026 menjadi tantangan serius bagi dunia olahraga.

Defisit anggaran yang dipicu pemotongan dana transfer pusat sebesar Rp218 miliar memaksa Komisi IV DPRD Solo meminta KONI Solo melakukan efisiensi ketat, terutama jelang gelaran Porprov Jateng 2026.

Ketua Komisi IV DPRD Solo Sugeng Riyanto menegaskan, pengetatan anggaran ini tidak hanya menimpa sektor olahraga, tetapi merambah ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Secara prinsip, kami mendukung Porprov. Namun kemampuan APBD Murni 2026 memang belum memungkinkan untuk meng-cover 100 persen usulan KONI. Kami minta perencanaan anggaran disusun lebih presisi dan berbasis kebutuhan paling mendesak,” ujar Sugeng, Sabtu (27/12/2025).

Celah Anggaran di APBD Perubahan

Wakil Ketua Komisi IV Janjang Sumaryono Aji merinci bahwa kebutuhan anggaran Porprov 2026 yang diajukan KONI mencapai Rp13 miliar.

Saat ini, alokasi yang tersedia masih menyisakan kekurangan sekitar Rp5 miliar.

Meski belum bisa terakomodasi di APBD murni, DPRD memberikan sinyal positif melalui skema APBD Perubahan 2026.

“Karena Porprov dijadwalkan berlangsung setelah September 2026, masih ada ruang untuk memfasilitasi kekurangan anggaran di APBD Perubahan. Namun, KONI harus memberikan data pembanding yang valid dari tahun-tahun sebelumnya agar belanja benar-benar efektif,” tegas Janjang.

Baca Juga: Antisipasi Gangguan Kamtibmas Libur Natal, Polres Sukoharjo Gelar Razia Tempat Hiburan Malam

Strategi Skala Prioritas dan Proteksi Atlet

Di tengah keterbatasan dana, DPRD memberikan dua rekomendasi kunci kepada KONI dan Dispora Solo:

KONI diminta melakukan pemetaan cabang olahraga yang memiliki potensi medali tinggi..

Fokus pada cabor juara menjadi kunci agar pembinaan tetap berdampak maksimal meski anggaran terbatas.

Guna mencegah fenomena "pindah daerah", DPRD mengusulkan adanya surat pernyataan komitmen dari para atlet.

“Jangan sampai atlet yang sudah kita bina justru memperkuat daerah lain di saat-saat terakhir. Ini harus diantisipasi,” imbuh Janjang.

Sebagai tindak lanjut, DPRD berencana menggelar pertemuan sinkronisasi pada pertengahan 2026 guna memastikan program pembinaan atlet tetap berjalan stabil menuju podium juara Porprov Jateng. (*)



Editor : Tri wahyu Cahyono
#dprd solo #pemotongan dana pusat #dampak #Anggaran Olahraga