Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Masih 15 Tahun, Atlet Angkat Berat Asal Jawa Barat Ini Berani Bidik Emas di ASEAN Para Games 2025, Thailand

Niko auglandy • Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:15 WIB
Atlet para angkat berat Indonesia, Delima Yunia Susanti saat terjun di ajang internasional.
Atlet para angkat berat Indonesia, Delima Yunia Susanti saat terjun di ajang internasional.

RADARSOLO.COM — ASEAN Para Games (APG) 2025 menjadi panggung penting bagi proses regenerasi atlet disabilitas Indonesia.

Sejumlah atlet muda potensial mendapat kepercayaan untuk memperkuat kontingen Merah Putih sekaligus memburu prestasi di ajang multievent Asia Tenggara tersebut.

Dari cabang olahraga para angkat berat, Delima Yunia Susanti menjadi salah satu atlet termuda yang siap mencuri perhatian di ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand. 

Meski baru berusia 15 tahun, Delima berani mematok target tinggi dalam debutnya di ASEAN Para Games 2025 yang akan digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand.

Perjalanan karier Delima terbilang menanjak. Dalam kurun waktu lima tahun, atlet yang akrab disapa Adel itu sukses menembus level internasional.

Debutnya dimulai di Peparda Jawa Barat 2022, berlanjut ke Peparnas 2024, hingga akhirnya masuk radar NPC Indonesia.

Namanya semakin bersinar saat tampil di Asian Youth Para Games (AYPG) 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab. Di ajang tersebut, Delima sukses merebut medali emas kelas -79 kilogram putri sekaligus memecahkan rekor Asia lewat angkatan 88 kilogram.

Meski mengantongi sederet prestasi, Delima mengakui tekanan menuju ASEAN Para Games kali ini jauh lebih besar. Sebab, persiapan yang dijalani membutuhkan proses panjang serta energi ekstra.

“Sejujurnya, ASEAN Para Games 2025 ini lebih menegangkan dibanding kejuaraan sebelumnya. Selama persiapan, benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang besar,” ujar Delima.

Sebagai atlet belia, Delima harus berhadapan dengan atlet-atlet senior dari negara lain. Kendati demikian, atlet kelahiran Kabupaten Bandung, 21 Juni 2010, itu menegaskan tak gentar menghadapi persaingan.

“Deg-degannya pasti ada karena lawannya atlet senior. Tapi siap tidak siap, saya harus siap bertanding. Ini juga jadi ajang menguji mental dan mencari pengalaman,” tuturnya.

Terlepas dari tantangan berat, Delima tetap membidik target ambisius. Dia berharap bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

“Doakan kami, khususnya di cabang angkat berat, bisa meraih emas. Target pribadi saya tentu ingin emas,” pungkas siswi SMP 1 Pasundan tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menegaskan keikutsertaan atlet-atlet muda di ASEAN Para Games 2025 merupakan bagian dari strategi regenerasi jangka panjang.

“Kami memang memberi kesempatan kepada atlet-atlet muda yang sebelumnya tampil di Asian Youth Para Games 2025. Ini bagian dari persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028,” ujar Senny.

Menurutnya, keberanian menurunkan atlet muda menjadi kunci lahirnya generasi penerus yang tangguh.

“Kalau tidak berani memberi kesempatan sekarang, kapan lagi? Ini momentum mencari pengalaman dan membangun mental juara,” tegasnya.

Pada ASEAN Para Games 2025, Indonesia memberangkatkan 290 atlet yang akan bertanding di 18 cabang olahraga.

Indonesia menargetkan raihan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu di ajang ini. (nik) 

Editor : Niko auglandy
#indonesia #ASEAN Para Games #angkat berat #thailand #cabor #apg